WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Dalam hitungan beberapa jam polisi berhasil mengungkap penganiayaan di Kelayan A yang terjadi pada Senin (3/3/2025) dini hari. Kasus ini sendiri, awalnya sempat diduga aksi gengster yang melakukan penyerangan warga. Dugaan penganiayaan diduga oleh gengster beralasan. Pasalnya, sebelum korban diserang, datang sejumlah pria menggunakan empat sepeda motor. Hal itu berdasarkan video CCTV yang beredar di media sosial yang dibagikan akun @info_banjarmasin. Video merupakan rekaman CCTV rumah warga setempat dekat lokasi kejadian, terlihat jalanan sepi malam itu. Baca juga:BUKAN GENGSTER! Terungkap Penganiayaan di Kelayan A, Pelaku Warga Jalan 9 Oktober Pekauman, Ini Motifnya Dari video yang dilihat wartabanjar.com, sebelumnya kejadian tampak seorang pria mengenakan kaus berwarna terang berjalan kaki. Dari arah berlawan berjalan juga seorang pria yang mengenakan kaus warna gelap. Keduanya kemudian menyeberang jalan ke arah seorang pria yang duduk di sebuah kendaraan bermotor. Di saat ketiganya tengah berbincang, tiba-tiba datang beberapa kendaraan bermotor roda dua yang langsung berhenti dekat mereka. Pria yang mengenakan kaus warna terang langsung menjauh. Sementara pria yang berkaus gelap sepertinya berada di antara pria yang baru datang tersebut. Namun hanya dalam hitungan detik, pria yang mengenakan kaus warna gelap tiba-tiba lari ke seberang sepertinya ke dalam sebuah gang. Beberapa pria terlihat mengejar ke dalam gang. Tak berapa lama, seorang pria keluar dan seperti mengambil sesuatu di motor diduga senjata tajam. Dari rekaman video terdengar suara bahwa motor yang datang saat itu sekitar 4 buah. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan seorang pria berinisial HS (26) sebagai pelaku penganiayaan yang terjadi di Jalan Kelayan A depan Gang Rahmi RT. 10 RW. 01 Kelurahan Murung Raya Kecamatan Banjarmasin Selatan itu. HS diamankan di hari yang sama sekitar pukul 22.45 Wita di kediamannya di Jalan 9 Oktober, Pekauman, Banjarmasin Selatan. Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christogus Lirens menerangkan dari hasil pemeriksaan dan motif. HS melakukan penganiayaan itu karena sakit hati. "Pelaku bukan anggota gangster. Motifnya murni karena sakit hati," tegas Kapolsek Banjarmasin Selatan kepada Humas Polresta Banjarmasin. Lanjut ia mengatakan korban, berinsial M (29), mengalami luka bacok di bagian punggung belakang sebelah kiri akibat serangan senjata tajam jenis celurit. (Erna Djedi)