27 Remaja Terlibat Tawuran di 2 Desa di Batola Diamankan Polisi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BATOLA- Polsek Alalak mengamankan 27 remaja terlibat tawuran di 2 lokasi di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (2/3/2025) dini hari.
Polisi mendapat informasi adanya tawuran ini dari warga.
Tawuran pertama di Desa Berangas Timur melibatkan 12 remaja dan kedua di Desa Semangat Dalam 15 pelaku, sehingga totalnya 27 orang yang diamankan.
Mengutip laman Polres Batola, Senin (3/3/2025), tawuran pertama terjadi menjelang waktu sahur di Desa Berangas Timur, Kecamatan Alalak.
Di lokasi ini, 12 remaja terdiri dari 6 orang dari Desa Pulau Sugara dan 6 orang lagi dari Desa Berangas Timur diamankan petugas.
Kejadian berikutnya, hanya berselang hitungan jam di hari yang sama, terjadi lagi tawuran antar remaja di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak.
"Di TKP kedua tersebut, petugas berhasil menangkap 15 tersangka yakni 9 remaja dari Desa Semangat Bakti dan 6 remaja warga Desa Semangat Dalam," kata Kapolres Batola, AKBP Anib Bastian, S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas, Iptu Marum.
Penyebab tawuran karena dipicu ketersinggungan dan kesalahpahaman di antara remaja di kedua belah pihak.
Kejadian tawuran dapat dihentikan petugas.
Para Remaja yang terlibat di 2 TKP tersebut semuanya dibawa ke Mako Polsek Alalak untuk diintrogasi agar petugas mengetahui permasalahan serta penyebab tawuran ini.
Kapolsek Alalak, Iptu Abd. Rachman menambahkan saat tawuran para pelaku melakukan perang sarung.
Di TKP Desa Semangat Dalam, petugas berhasil menyita tombak, linggis, serta sarung berisi batu yang digunakan oleh para pelaku.
Polsek Alalak telah mengambil langkah-langkah mengatasi kejadian tersebut dengan melakukan koordinasi dengan aparat Desa setempat dimana para remaja tersebut tinggal, yaitu Desa Pulau Sugara, Desa Berangas Timur, Desa Semangat Dalam dan Desa Semangat Bakti, agar dapat berhadir dan membawa orang tua/wali para remaja itu ke Mako Polsek Alalak.
"Kami juga telah melakukan mediasi atau penyelesaian secara kekeluargaan," ujarnya.
Para remaja yang berseteru ini, saat mediasi, didampingi oleh orangtua atau wali dan tokoh masyarakat seperti kepala desa.
BACA JUGA: Viral! Diduga Gengster Serang Warga di Kelayan, Korban Alami Luka Robek di Pinggang
Hasilnya, diperoleh kesepakatan semua pihak untuk membuat surat pernyataan penyelesaian secara kekeluargaan dan berjanji tidak lagi mengulangi perbuatan mereka.
“Semua remaja yang diamankan selanjutnya diserahkan, dikembalikan kepada orang tua dan wali masing-masing untuk dibina dan diawasi," terang Abd Rachman.
Pihaknya bersyukur, karena respon cepat dari warga yang melapor, sehingga tawuran bisa segera dihentikan dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Kedua tawuran ini, imbuhnya, tidak saling berkaitan atau berbeda kasusnya.
"Keduanya tidak ada saling keterkaitan," tegasnya.
Dengan terjadi peristiwa tersebut, Polres Batola terus berkomitmen menjaga Kamtibmas terlebih lagi selama dalam bulan Suci Ramadhan 1446 H ini, dengan meningkatkan kegiatan Patroli agar keamanan di bulan puasa tetap kondusif.
Dengan demikian, diharapkan umat Islam yang berpuasa bisa dengan khusuk dan nyaman beribadah. (berbagai sumber)
Editor: Yayu