WARTABANJAR.COM, MANCHESTER - Aturan baru dalam sepakbola segera diterapkan pada musim kompetisi mendatang, dimana kiper tidak diperkenankan memegang bola lebih dari 8 detik. Dalam aturan yang bakal berlaku, jika kiper berlama-lama memegang bola maka akan diberikan hukuman tendangan sudut. Berdasarkan laman resmi Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) yang diposting pada Sabtu (1/3/2025), keputusan ini diambil setelah asosiasi melakukan uji coba sepanjang musim 2024-2025 di Premier League 2 (kompetisi akademi Inggris) serta liga di Malta dan Italia. Baca juga: Aturan Baru Sepakbola: Kiper Terlalu Lama Pegang Bola Bakal Dihukum Tendangan Sudut Fakta selama uji coba menunjukkan, dari lebih dari 400 pertandingan, hanya tiga kali kiper dihukum tendangan sudut karena menahan bola terlalu lama, dimana semuanya terjadi di Inggris. Sementara di Italia, aturan percobaan berbeda diterapkan dengan memberikan lemparan ke dalam kepada lawan, dan itu hanya terjadi sekali. Uji coba ini dinilai berhasil karena mampu mengurangi praktik buang waktu tanpa memberikan keuntungan berlebihan bagi tim lawan. Oleh karena itu, IFAB memutuskan untuk menerapkan aturan baru ini di semua kompetisi mulai Juli 2025. Menurut IFAB, wasit akan menggunakan hitungan mundur visual selama lima detik sebelum menghukum kiper yang menahan bola lebih dari delapan detik dengan tendangan sudut bagi tim lawan. Dalam penjelasannya, IFAB mengungkapkan bahwa wasit kerap enggan menegakkan aturan enam detik karena tendangan bebas tidak langsung dinilai terlalu menguntungkan bagi tim lawan. Hal itu dikarenakan peluang mencetak gol dari tendangan bebas sangat tinggi, sementara saat pelanggaran terjadi tim lawan tidak dalam kondisi menguasai bola. Selain itu, IFAB menilai bahwa mengatur tendangan bebas dari jarak yang sangat dekat ke gawang juga sulit karena pemain bertahan harus berdiri di garis gawang antara kedua tiang. Banyak cara mengulur waktu Berdasarkan penelitian, kiper biasanya hanya butuh kurang dari enam detik untuk melepaskan bola dalam serangan balik cepat. Sementara itu, saat mereka sengaja mengulur waktu, durasi bisa mencapai lebih dari 20 detik dengan taktik seperti menjatuhkan diri ke tanah sebelum perlahan bangkit kembali. Baca juga: Kiper Kamboja Dicurigai Terlibat Pengaturan Skor di Piala AFF 2024 karena Gol Konyol Untuk itu, IFAB percaya bahwa penerapan sistematis aturan ini dapat menghilangkan atau setidaknya mengurangi frekuensi pelanggaran dengan hukuman berupa kehilangan penguasaan bola tanpa memberikan keuntungan mencetak gol secara langsung bagi lawan.(pwk/berbagai sumber) Editor: purwoko