UPDATE Dugaan Bullying di SDIT Ukhuwah Banjarmasin, Polisi Siap Panggil Pihak Sekolah
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kasus dugaan penganiayaan atau bullying di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ukhuwah Banjarmasin masih terus bergulir, memicu aksi tegas dari Polresta Banjarmasin. Penyidikan intensif telah dilakukan dengan pemeriksaan beberapa saksi, termasuk korban, serta pengamanan barang bukti penting yang menjadi kunci mengungkap kronologi peristiwa.
Menurut keterangan Kasat Reksrim Polresta Banjarmasin melalui Kanit PPA, Ipda Partogi Hutahaean pada Sabtu (1/3/2025) siang, “Kami telah memeriksa beberapa saksi, termasuk korban, untuk mengungkap fakta mengenai peristiwa bullying yang terjadi.”
BACA JUGA:Kepala SDIT Ukhuwah Banjarmasin Buka Suara Tentang Kasus Bullying di Sekolahnya, UPTD PPA Turut Bertindak
Pihak kepolisian pun mengungkapkan bahwa mereka akan memanggil pihak sekolah pada minggu depan guna memberikan keterangan terkait insiden tersebut.
Kanit Partogi menambahkan bahwa sejumlah barang bukti elektronik, termasuk rekaman video CCTV, telah diamankan untuk membantu menguak peristiwa yang terjadi. “Pengamanan barang bukti elektronik ini sangat penting sebagai petunjuk dalam proses penyidikan,” ujar Partogi.
Dalam penanganan kasus ini, Polresta Banjarmasin telah melakukan koordinasi dengan UPTD PPA, Bapas, Dinsos, dan Disdik Kota Banjarmasin. Selain itu, kerjasama dengan tenaga medis juga telah direncanakan untuk memperoleh rekam medis korban sebagai bagian dari proses penyidikan yang menyeluruh.
Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak, pihak kepolisian akan menerapkan mekanisme diversi terhadap kedua belah pihak. “Tindakan diversi akan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar hukum dalam proses peradilannya,” pungkas Partogi.
Kasus ini telah menarik perhatian publik dan diharapkan penanganan yang cepat serta tegas dari pihak berwenang dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.(Wartabanjar.com/Iqnatius Aprianus)
editor: nur muhammad