WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Dunia pendidikan di Kota Banjarmasin dihebohkan oleh dugaan kasus tindak kekerasan perundungan atau bullying. Dalam kasus tersebut, seorang siswa kelas 5 SD menjadi korban oleh beberapa orang teman sekelasnya. Tak terima dengan kejadian tersebut, lantas orang tua korban melaporkannya ke Polresta Banjarmasin. Informasi dihimpun, kasus tersebut terjadi di sekolah ternama di Kota Banjarmasin, yakni SD Islam Terpadu (IT) Ukhuwah Banjarmasin. Saat dikonfirmasi, Kepala SDIT Ukhuwah, Syaiful Rahman, Jumat (28/2/2025) sore, membenarkan kejadian tersebut terjadi di sekolahnya. Syaiful mengatakan, sebagai pendidik pihaknya tentu tidak memperbolehkan adanya tindakan kekerasan, baik itu verbal maupun fisik di sekolah. “Kami telah menindaklanjuti kasus tersebut dengan memfasilitasi pertemuan orangtua kedua belah pihak,” ujar Syaiful. Syaiful mengungkapkan, pihaknya juga telah memberikan sanksi kepada para siswa yang telah melakukan kekerasan terhadap korban. BACA JUGA: Cuaca di Kalsel Berawan Tebal, BMKG: Pengamatan Hilal Menjadi Sulit “Para siswa pelaku bullying ini diberikan sanksi berupa skorsing selama lima hari dan pemindahan kelas,” ungkap Syaiful. Disamping itu, jelasnya, pihaknya akan melakukan pembinaan perilaku, adab pergaulan dan sikap para siswa tersebut. “Sementara untuk siswa yang menjadi korban, pihaknya akan memberikan pendampingan dan menanggung semua biaya pemulihan kondisi psikologisnya,” jelasnya. Sementara itu, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Banjarmasin, juga turut melakukan pendampingan kepada korban. "Korban sudah kami jadwalkan untuk mendapatkan pendampingan psikologis, untuk menangani trauma yang dialaminya," ucap Kepala UPTD PPA Banjarmasin, Susan. (Iqnatius) Editor: Yayu