Meski demikian, Kiai Abdullah Jaidi berharap agar umat Islam dapat memulai puasa Ramadan secara bersama-sama.
“InsyaAllah, kita bisa bersama-sama memulai awal puasa ini dan mengakhiri puasa dengan awal Syawal nanti secara bersama-sama. Oleh sebab itu, pada hari Jumat nanti, di seluruh wilayah Indonesia, dari 145 titik pengamatan, hilal akan dilihat dan kemudian ditentukan. Mudah-mudahan tidak ada perbedaan, sehingga kita bisa memulai awal Ramadan secara bersama-sama,” ungkapnya.
Selain penentuan awal Ramadan, KH Abdullah Jaidi juga mengajak umat Islam untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momen memperkuat ibadah dan meningkatkan kepedulian sosial.
“Syahrul mubarak, selamat menjelang kita menunaikan ibadah puasa. Mudah-mudahan kita diberikan kesehatan, diberikan kemampuan. Sehingga kita dapat melaksanakan ibadah Ramadhan itu dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Menurutnya, Ramadhan harus dijalani dengan keseimbangan antara ibadah pribadi dan kesalehan sosial. Ia menekankan dua aspek utama yang perlu diterapkan selama Ramadhan.
“Yang pertama adalah bagaimana kita mengupayakan kesalehan ibadah kita, dan yang kedua, bagaimanapun juga, kita harus mengupayakan kesalehan sosial kita. Sehingga, nilai ibadah kita juga terlengkapi dengan kesalehan sosial kita. Karena Rasulullah SAW menyatakan ‘Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan’, jelasnya.(MUI)
Editor Restu







