WARTABANJAR.COM - Hubungan artis Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas pascaperceraian mereka sebagai suami istri.

Baik Ruben Onsu maupun Sarwendah secara terbuka menyerang dengan mengungkit hak anak-anak hasil pernikahan mereka dulu.

Orangtua angkat penyanyi Betrand Peto ini berseteru soal biaya dan kewajiban menafkahi anak, serta akses bertemu.

Beberapa hari lalu, Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menggelar konferensi pers terkait sulitnya ia menemui ketiga anaknya.

Berdasar hasil sidang perceraian, hak asuh anak berada di Sarwendah.

Nah, Ruben Onsu merasa kesulitan bertemu dengan anak-anak yang ikut mantan istrinya tersebut.

Selain itu, Ruben Onsu juga mempersoalkan kedekatan Giorgio Antonio (teman dekat Sarwendah) dengan anak-anaknya.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Nasihati Raffi Ahmad di Tanah Suci: “Kelakuan Segera Berubah Adinda”

Baca Juga: Bikin Penggemar Terpesona di Konser Reuni F4 Jakarta, ini yang Buat Jerry Yan Awet Muda di Usia 49

Dalam konferensi pers itu, pihak Ruben Onsu merasa terus dituntut untuk menafkahi anak bahkan melebihi kesepakatan bersama.

Minola Sebayang mengungkapkan, uang bulanan yang dibeikan Ruben Onsu untuk anak-anak mencapai Rp200 juta.

"Bahkan yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawab Ruben juga ditanggung. Tiket berpergian, tiket nonton," paparnya.

Karena itu, kemudian Ruben Onsu berpikir kenapa harus taat melaksanakan kewajiban sementara hak dirinya bertemu anak sulit dilakukan.

"Ketika Ruben tidak melakukan kewajibannya, (Sarwendah) teriak," tegas Minola Sebayang.

Mendapat "serangan", Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, langsung memberi klarifikasi.

Mereka menegaskan, sejak akhir 2025, sebagian besar kebutuhan anak-anak dipenuhi oleh Sarwendah.

"Justru klien kami yang membiayai biaya pemeliharaan anak-anak, biaya sekolah, les-les, atau bimbingan belajar," ujar Chris dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Minggu (31/5/2026).

"Dan kalau ada anak-anak yang sakit ke dokter, itu bahkan klien kami yang menanggung saat ini, sejak dari akhir tahun 2025 sampai saat ini," lanjutnya.