Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor pertanian saat ini adalah semakin berkurangnya petani muda.
Jika tidak ada regenerasi, dalam beberapa tahun ke depan, pertanian bisa mengalami krisis tenaga kerja yang berdampak pada ketahanan pangan daerah.
“Kalau semua anak muda ingin kerja di kantoran dan tidak ada yang mau bertani, lalu siapa yang akan menyediakan makanan kita? Kita tidak bisa terus bergantung pada daerah lain. Inilah saatnya generasi muda mengambil peran,” tambahnya.
Bagi anak muda yang masih ragu, Fathurrahman mengingatkan bahwa bertani bukan lagi pekerjaan yang dianggap ketinggalan zaman.
Justru, pertanian modern bisa menjadi bisnis yang menghasilkan keuntungan besar.
“Jangan malu bertani, jangan gengsi! Jika kita bisa mengembangkan pertanian dengan cara yang lebih modern, kita tidak hanya bisa sukses, tetapi juga membantu ketahanan pangan daerah kita sendiri. Masa depan pertanian ada di tangan kita!” pungkasnya. (Alfi)
Editor: Yayu







