Dalam diskusi tersebut, museum, perpustakaan, serta cagar budaya di Kalimantan Selatan menjadi perhatian utama.
“Kita ingin memastikan bahwa warisan budaya ini benar-benar bisa dimanfaatkan dan menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang,” tegas Bang Ben.
Sebagai penutup pertemuan, Bang Ben menyerahkan beberapa buku karyanya kepada Fadli Zon, di antaranya Hutan Segala Rindu, Kumpulan Esai Imagine Banjarbaru, dan Rahai Rahayu.
“Pak Menteri memang dikenal sebagai penggemar puisi, jadi ini juga sebagai bentuk nostalgia karena kami pernah sering berdiskusi tentang budaya,” pungkasnya.
Harapannya, kolaborasi ini dapat memperkuat upaya pelestarian budaya dan mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap kekayaan seni dan sejarah Kalimantan Selatan. (Wartabanjar.com/Ikhsan)
editor: nur muhammad







