Stok Terbatas, Masyarakat Keluhkan Harga Minyak Goreng di Pasaran Terus Melonjak

Tidak hanya pedagang, hal serupa juga dialami oleh para pembeli atau masyarakat, baik itu untuk konsumsi pribadi maupun bagi yang menjalani usaha kecil.

Seperti halnya yang dirasakan oleh penjual gorengan, Ida, yang juga turut terdampak akibat peningkatab harga minyak goreng ini.

Ida mengaku cukup kesulitan menjual gorengan apabila dengan harga tetap seperti sebelumnya, namun di sisi lain ia juga khawatir apabila menaikkan harga akan membuat pelanggan enggan membeli dagangannya kembali.

BACA JUGA: Pedagang Pukis dan Nasi Goreng di Jalan Veteran Akui Sulit Dapatkan LPG 3 Kg, Harganya Sentuh Rp50 Ribu

“Saya biasanya menjual gorengan dengan harga Rp 1.000 per biji. Jadi, satu-satunya cara untuk menghindari kerugian adalah dengan mengecilkan ukurannya. Hanya dengan cara ini saya bisa tetap bertahan untuk berjualan serta dengan harga yang tetap,” ucap Ida.

Ia mengeluh kenaikan harga ini benar-benar memukul daya beli masyarakat, terutama mereka yang penghasilannya terbatas.

Ida berharap, pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi harga bahan pokok, khususnya minyak goreng, karena ini juga berpengaruh kepada penghasilan masyarakat kecil.

“Saya harap pemerintah daerah agar dapat memberikan solusi yang cepat. Karena kami masyarakat kecil ini kesusahan kalau harga minyak goreng naik terus,” pungkasnya. (Riska)

Editor: Yayu