Baru-baru ini, film terbaru Vino G Bastian, 2nd Miracle in Cell No. 7 mengatakan film Miracle in Cell No.7 sebagai salah satu karya tersulit yang pernah dibintanginya. Film ini adalah remake dari film Korea Selatan berjudul sama yang pernah dirilis tahun 2013, sementara versi Indonesia tayang pada 2022 lalu. Membintangi film yang sebelumnya populer, disebut Vino memiliki beban tersendiri sebab ada tanggung jawab dan beban mentalnya. "Berat, karena tanggung jawab gue besar banget," kata Vino dikutip dari YouTube TS Media. Bebannya adalah, pertama, ini film remake, maka bisa dipastikan akan dibanding-bandingkan dengan film aslinya. "Udah pasti itu," tuturnya. Tips Sukses Bermain di Film Remake Ala Vino G Bastian Suami aktris Marsha Timothy ini juga berbagi tips dan caranya agar sukses bermain di film remake. Hal ini ia terapkan saat memerankan karakter Dodo Razak di film remake Miracle in Cell No. 7 dan 2nd Miracle in Cell No.7. Saat memerankan karakter tersebut, ia harus memastikan semua perilakunya saat berperan sebagai Dodo Razak sesuai dengan di dunia nyatanya. "Kedua, kalau misal gue salah menginterpretasikan karakter berkebutuhan khusus ini, berapa banyak orang maki-maki gue, menyerang gue, terutama orangtua-orangtua yang anaknya penyandang disabilitas. Itu berat banget," sambungnya. Untuk mendalami perannya tersebut, Vino tak hanya menonton film aslinya tetapi juga melakukan riset di sekolah putrinya. BACA JUGA: TERUNGKAP Lokasi Persembunyian Pembunuh Kepala Sekolah di HST, Ingin Menyerah Tapi "Di sekolah anak gue ada bagian special education, gue nganter Jizzy, gue nongkrong dulu, gue lihatin anak-anak itu," kata Vino. "Gue ke psikolog, cuma buat ketika gue main karakter ini, lo enggak bisa bantah gue, karena gue punya hasil risetnya. Kalau misal ada celah di situ, gue bisa jelasin, karena tanggung jawabnya besar," imbuhnya. Baginya, sebebas apa pun cerita diubah jika filmnya hasil remake maka harus tetap memiliki rasa yang sama seperti film aslinya. "Di cerita film aslinya udah bagus banget, si aktor udah bagus banget. Ketika mau diadaptasi ke sini, lo mau ngerubah ceritanya segimana juga, yang enggak boleh hilang rasanya," ujar Vino. Terkait dua film Miracle in Cell No.7 yang telah dibintanginya, Vino memiliki rasa sedih tersendiri setelah menontonnya. Perasaan itu yang ingin tetap dia pertahankan. Pertama menonton film tersebut, ia merasa sangat patah hati dengan ending-nya. "Sedih banget, itu yang enggak bisa hilang (dari adaptasi)," sambungnya. (berbagai sumber)