WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, menunjukkan kepeduliannya kepada warga terdampak banjir dengan mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian, termasuk di Pasar Baru Gambut, Kecamatan Gambut, pada Selasa (28/1/2025). Dalam kunjungan tersebut, Hj Nurgita membawa berbagai bantuan, termasuk makanan pokok dan paket snack khusus untuk anak-anak di pengungsian. Kehadirannya diharapkan dapat menghibur sekaligus meringankan beban mereka yang terdampak banjir. "Saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Semoga kita semua dapat saling bahu-membahu, sabar, dan selalu berhati-hati menghadapi situasi ini," ujar Hj Nurgita penuh empati. Ia juga menekankan pentingnya memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yang tidak hanya kehilangan tempat tinggal sementara, tetapi juga terganggu kegiatan belajarnya. "Kehadiran kami di sini adalah bentuk empati dan dukungan, terutama untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Mereka perlu terus diawasi agar tetap aman dan terhindar dari penyakit," tegasnya. Meskipun situasi pengungsian sulit, Hj Nurgita mengaku merasa lega melihat anak-anak tetap ceria bermain, meskipun di tengah genangan air. Namun, ia tetap mengingatkan para orangtua untuk selalu waspada terhadap potensi penyakit atau risiko lainnya. Sementara itu, Ketua RT 18, Adun, menjelaskan bahwa pengungsian di Pasar Baru Gambut telah berlangsung selama 10 hari. Awalnya, ada 44 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi, tetapi sebagian sudah kembali ke rumah karena air mulai surut. "Sekarang tersisa sekitar 15 hingga 20 KK yang masih bertahan di pengungsian," ungkap Adun. Menurutnya, meski debit air mulai menurun, beberapa wilayah masih tergenang dengan kedalaman bervariasi, dari semata kaki hingga selutut orang dewasa. "Sebagian rumah masih terendam, jadi warga yang tinggal di lokasi terdampak tetap harus waspada," tutupnya. Langkah cepat Ketua TP PKK Banjar ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap warga terdampak banjir, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan di situasi bencana.(Wartabanjar.com/Iqnatius Aprianus) editor: nur muhammad