Melambungnya Harga Cabai di Balangan, Ancaman Penyakit Juga Kian Mengintai

WARTABANJAR.COM, PARINGIN- Lonjakan harga cabai merupakan kabar gembira bagi para petani.

Contohnya seperti cabai merah keriting (CMK) beberapa bulan lalu harganya cuma sekitar Rp. 7000-9.000, kini naik menjadi Rp. 40.000-45.000.

Namun melihat kondisi cuaca kini yang terbilang cukup ekstrem akibat curah hujan  tinggi, petani harus berhati-hati terhadap serangan penyakit.

Petani cabai keriting di Kabupaten Balangan, Khairullah, mengatakan walaupun harga cabai keriting sekarang terbilang cukup mahal, tetapi itu juga sebanding dengan perawatan yang harus dilakukan setiap minggunya.

“Penyemprotan saja di musim hujan seperti ini, yang biasanya cuma satu kali dalam satu minggu, bisa jadi 2-3 kali sepekan,” ujarnya, Minggu (26/1/2025).

BACA JUGA: UPDATE Banjir di Kalsel, 1.700 Hektar Lahan Pertanian Rusak, Petani Terancam Gagal Panen

Jika tidak dilakukan perawatan ekstra, otomatis hasilnya akan menurun, bahkan bisa berakibat gagal panen.

Di musim-musim seperti ini, tanaman cabai sangat mudah diserang penyakit seperti busuk buah, antraknosa dan juga jamur.

“Yang banyak saya lihat saat ini busuk buah, hampir di semua kebun teman-teman saya juga terdampak, walaupun sudah dilakukan perawan ekstra,” jelasnya

Busuk buah itu termasuk penyakit yang menurunkan hasil panen, bagaimana tidak, karena penyakit itu menyebar ke seluruh buah, jika tidak cepat ditangani. (Alfi)

Editor: Yayu

Baca Juga :   H Hasanuddin Nilai Panen Raya di Tanah Bumbu Jadi Momentum Evaluasi Program Pangan Daerah

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca