WARTABANJAR.COM – Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol resmi ditangkap oleh tim penyidik gabungan terkait penerapan darurat militer yang kontroversial pada 3 Desember 2024. Yoon langsung ditahan pada Rabu (15/1/2025), setelah diperiksa di Kantor Investigasi Korupsi Pejabat Tinggi Korsel (CIO). Dikutip dari The Korea Herald, Yoon tiba di CIO sekitar pukul 10.30 waktu setempat untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan. Kasus ini menjadi salah satu skandal politik terbesar dalam sejarah Korea Selatan. BACA JUGA:Anjing Ini Terus Menunggu Kedatangan Tuannya yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korea Selatan Namun, seperti apa perjalanan panjang karier Yoon Suk Yeol hingga menjadi presiden? Simak profil lengkapnya berikut ini! Profil Lengkap Yoon Suk Yeol 1. Latar Belakang dan Pendidikan Yoon Suk Yeol lahir pada 18 Desember 1960 di Seoul. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara dalam keluarga akademisi terkemuka. Kedua orang tuanya bekerja sebagai profesor di universitas terkenal di Korea Selatan. Pendidikan menengahnya diselesaikan di Sekolah Menengah Chungam, Seoul, pada 1979. Selanjutnya, Yoon melanjutkan studi di Universitas Nasional Seoul, jurusan hukum, atas saran ayahnya. Ia menyelesaikan pendidikan magister pada 1988 sebelum memulai karier sebagai pengacara. 2. Karier sebagai Jaksa dan Pengacara Pada 1991, Yoon berhasil menjadi pengacara setelah sembilan kali mengikuti ujian. Tiga tahun kemudian, ia menyelesaikan pelatihan di Lembaga Penelitian dan Pelatihan Yudisial. Kariernya sebagai jaksa dimulai pada 1994 dengan tugas di berbagai kota besar seperti Daegu, Seoul, dan Busan. Yoon berperan dalam berbagai kasus besar, termasuk penyelidikan manipulasi opini publik oleh Badan Intelijen Nasional pada 2013. Meski sempat mengalami penurunan pangkat, ia tetap aktif menangani kasus penting lainnya. 3. Peran dalam Pemakzulan Park Geun Hye Nama Yoon Suk Yeol semakin dikenal setelah memimpin penyelidikan skandal korupsi mantan Presiden Park Geun Hye pada 2014. Ia bergabung dengan tim penasihat independen yang akhirnya menyebabkan pemakzulan Park pada Maret 2017. Atas kinerjanya, Presiden Moon Jae In menunjuknya sebagai Kepala Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul dan kemudian sebagai Jaksa Agung pada 2019. Namun, hubungan keduanya memburuk akibat perbedaan kebijakan, sehingga Yoon memutuskan untuk mundur. 4. Terpilih sebagai Presiden Korea Selatan Pada Juni 2021, Yoon bergabung dengan Partai Kekuatan Rakyat dan mencalonkan diri sebagai presiden. Dalam pemilu Maret 2022, ia berhasil mengalahkan kandidat lainnya. Yoon membawa visi pemberantasan korupsi, keadilan ekonomi, dan sikap tegas terhadap Korea Utara serta China. Namun, masa kepemimpinannya tidak lepas dari tantangan besar, termasuk krisis ekonomi dan polarisasi politik di dalam negeri. BACA JUGA:Update Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air Korea Selatan Skandal dan Penangkapan Sayangnya, langkah politik Yoon tercoreng setelah penerapan darurat militer pada Desember 2024 memicu kontroversi besar. Tindakan ini dianggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang mengarah pada pemberontakan, hingga akhirnya Yoon Suk Yeol resmi ditahan. Kasus ini menambah daftar panjang skandal politik di Korea Selatan yang melibatkan tokoh-tokoh penting, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya integritas dalam pemerintahan.(Wartabanjar.com/Beritasatu.com) editor: nur muhammad