UPDATE Peringatan Dini BMKG Pukul 13.30 Wita, Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Kalsel Hingga Sore Ini
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Selatan pada Senin, 13 Januari 2025, pukul 13:30 WITA.
BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, mulai terjadi pada pukul 13:40 WITA di sejumlah wilayah.
BACA JUGA:Peringatan Dini BMKG Muncul Bibit Siklon Tropis Sebabkan Gelombang Tinggi dan Hujan
Wilayah dengan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat
Kabupaten Tanah Laut: Jorong, Pelaihari, Panyipatan, Kintap, Batu Ampar.
Kabupaten Kotabaru: Pamukan Barat.
Kabupaten Banjar: Simpang Empat, Pengaron, Aranio.
Kabupaten Barito Kuala: Tamban, Rantau Badauh, Belawang, Cerbon, Barambai, Marabahan, Wanaraya.
Kabupaten Tapin: Binuang.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan: Daha Selatan, Daha Utara, Daha Barat.
Kabupaten Tanah Bumbu: Satui, Kusan Hulu, Mantewe.
Potensi Meluas ke Wilayah Berikut
Cuaca buruk ini diperkirakan meluas ke wilayah berikut:
Kabupaten Tanah Laut: Takisung.
Kabupaten Banjar: Aluh-Aluh, Sungai Pinang, Sambung Makmur, Paramasan, Telaga Bauntung.
Kabupaten Barito Kuala: Tabunganen, Anjir Pasar, Anjir Muara, Alalak, Mandastana, Bakumpai, Kuripan, Tabukan, Mekarsari.
Kabupaten Tapin: Tapin Selatan, Tapin Tengah, Candi Laras Selatan, Candi Laras Utara, Salam Babaris, Hatungun.
Kabupaten Hulu Sungai Utara: Danau Panggang, Babirik, Paminggir.
Kabupaten Tanah Bumbu: Sungai Loban, Angsana, Kuranji.
Kota Banjarmasin: Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Barat, Banjarmasin Utara, Banjarmasin Tengah.
Perkiraan Durasi
Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 15:00 WITA. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dampak seperti genangan air, pohon tumbang, hingga risiko gangguan aktivitas sehari-hari.
Ingin mengetahui secara rinci KLIK LINK INI
Tetap pantau informasi terkini dari BMKG dan siapkan langkah antisipasi agar terhindar dari risiko cuaca ekstrem.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad