3 Amalan Bulan Rajab Tausiah Ustadzah Halimah Alaydrus

Menurut Ustadzah Halimah, zikir tersebut sebaiknya dibaca setiap selesai sholat subuh dan magrib ataupun isya’ masing-masing 70 kali.

Ucapnya sembari mengangkat tangan sebagai salah satu cara agar doa diijabah oleh Allah SWT.

Bagi perempuan yang sedang haid dapat mengamalkannya dengan membaca pada pagi hari dan malam setelah waktu magrib.

2. Perbanyak Puasa Sunah

Di bulan Rajab yang menjadi salah satu bulan suci dan mulia ini, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:

صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ

Artinya: “Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah. Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah. Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah,”(HR Abu Dawud).

Hadis tersebut merupakan anjuran untuk melakukan puasa sekaligus meninggalkannya, yang berarti berpuasa semampunya saja.

3. Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Perbanyak doa pada dua malam di bulan Rajab, yaitu malam 1 Rajab dan 27 Rajab.

Dikarenakan dua malam tersebut menjadi salah satu malam yang doanya tidak ditolak oleh Allah SWT dan malam yang Allah pilihkan untuk Nabi Muhammad SAW mendapat kemuliaan berupa Isra Miraj.

“Jika diterima ibadah-ibadah kita di bulan Rajab, akan mendapatkan balasan yang sebelumnya mudah mengerjakan dosa, menjadi berat mengerjakannya, yang dulunya mudah bicara kasar, bicara kotor dan bohong, jadi akan lebih mampu menjaga diri. Sebagai pertanda bahwa dosa-dosa telah diampuni dan kita telah diangkat dari dosa-dosa menuju taat pada Allah SWT,” ucap Ustadzah Halimah. (berbagai sumber)

Editor Restu