WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kejadian Kebakaran di Kota Banjarmasin cukup tinggi belakangan ini. Dalam dua hari ini saja, sebanyak 4 kali musibah kebakaran melanda. Jika direkapitulasi, dalam setahun bisa mencapai ratusan kejadian. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Banjarmasin, Hendro mengungkapkan, dari ratusan kejadian tersebut, setidaknya terdapat 7 korban jiwa. "Jumlah insiden memang menurun jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencatat 190 kebakaran," ujar Hendro, Senin (30/12/2024). Akan tetapi, angka itu masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan 2022, yang hanya terjadi sebanyak 106 kebakaran. Berdasarkan data Disdamkarmat Banjarmasin setidaknya ada 134 kebakaran terjadi di sepanjang tahun 2024. BACA JUGA: Bayi Masih Merah Ditemukan di Semak Desa Magalau Hulu Kotabaru Penyebab 1. Kelalaian Manusia dan Korsleting Listrik Faktor nomor satu penyebab kebakaran tersebut yakni korsleting listrik dan kelalaian manusia. Ia mencontohkan seperti lupa mencabut stop kontak saat meninggalkan rumah, dan banyak instalasi listrik di rumah-rumah warga yang sudah tidak sesuai standar. "Padahal instalasi listrik idealnya diperiksa ulang jika sudah berumur lebih dari 5 tahun untuk memastikan keamanannya," tambahnya. 2. Tata Ruang Kota Semrawut Tak hanya itu, faktor tata ruang kota yang semrawut juga berkontribusi menyebabkan kebakaran hebat. Banyaknya rumah yang dibangun berdempetan sehingga meningkatkan risiko kerusakan seperti api mudah menjalar ke bangunan di sekitarnya. "Dampak kebakaran lebih parah karena banyak rumah saling berhimpitan," bebernya. Upaya Mengurangi Kebakaran Hingga akhir tahun 2024, pihaknya telah menggelar sosialisasi dan edukasi di 35 dari 52 kelurahan di Banjarmasin, sebagai upaya pihaknya untuk meminimalisir dampak kebakaran. Hendro menekankan, pentingnya di setiap rumah memiliki alat tabung pemadam api ringan (APAR). "Setiap rumah idealnya memiliki satu APAR. Jika tidak memungkinkan, setidaknya setiap RT memiliki 5 APAR yang bisa digunakan bersama," pungkasnya. (Thania Ang) Penyunting: Yayu