WARTABANJAR.COM, KANDANGAN – Aksi nekat seorang pemuda berinisial ARS (29) yang menceburkan diri ke Sungai Amandit, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kamis (12/12/2024) sekitar pukul 11.10 WITA, menghebohkan warga setempat. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa korban sedang mengalami depresi berat akibat masalah rumah tangga. BACA JUGA:Lansia Tenggelam di Kampung Melayu Martapura Timur Ditemukan Meninggal Dunia Depresi Akibat Pisah dari Anak dan Istri Depresi ARS diduga dipicu oleh perpisahannya dengan istri dan dua anak balitanya. Kasi Humas Polres HSS, Iptu Purwadi, menyebut korban kerap mengungkapkan keinginannya untuk bertemu kedua anaknya. “Korban mengaku sangat rindu bertemu anak-anaknya yang masih balita,” ungkap Iptu Purwadi saat mendampingi Kepala Satuan Tahti Polres HSS, IPTU Joko Susilo Triwahyono, di lokasi kejadian. Pengaruh Kecubung Campur Alkohol Lebih lanjut, IPTU Joko menjelaskan bahwa sebelum menceburkan diri ke sungai, korban diduga mengonsumsi tanaman kecubung yang dicampur alkohol, sehingga memengaruhi kondisi psikologisnya. “Halusinasi yang muncul akibat penyalahgunaan zat tersebut membuatnya diduga berupaya bunuh diri,” ujar IPTU Joko. Imbauan Polres Polres HSS kembali mengimbau masyarakat untuk menjauhi alkohol, obat terlarang, narkoba, dan zat berbahaya lainnya seperti kecubung, yang dapat menyebabkan gangguan kejiwaan. BACA JUGA:BREAKING NEWS: Diduga Orang Tenggelam di Kampung Melayu Martapura Timur “Penyalahgunaan zat-zat tersebut hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegas IPTU Joko. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan menjauhi perilaku berisiko yang dapat memperburuk kondisi psikologis seseorang.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad