Aan juga mengungkapkan, beberapa titik krusial yang menjadi perhatian dalam pengelolaan arus mudik dan wisata. Di antarannya jalan tol, pelabuhan penyeberangan, dan jalur arteri.
“Untuk jalan tol, kami sudah mempersiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk contraflow dan manajemen rest area, karena kapasitas rest area yang terbatas sering kali menjadi titik perlambatan,” tuturnya.
Menurut Aan, keberhasilan pengelolaan arus lalu lintas pada libur Natal dan tahun baru 2025 sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi di antara semua pihak terkait.
“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci sukses kita dalam menjalankan operasi ini,” tukasnya. (ernawati/tri)







