Tim laut bergerak menggunakan speed boat Kapal Patroli Angkatan Laut (Patkamla) Bengkalis, sementara tim darat bergerak menuju Pesisir Pantai Pelintung dari Pos Angkatan Laut (Posal) Bengkalis.
Sore hari, tim darat mencurigai YN, sopir mobil Xenia Hitam nomor polisi B 1841 PIZ, yang menurunkan 10 orang WNA Bangladesh di kawasan Pesisir Pantai Pelintung.
Tim darat segera melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan tim laut untuk melakukan penyekatan terhadap speed boat yang diduga akan membawa calon PMI dan WNA tersebut ke Malaysia.
Selain itu, tim darat melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan 17 orang calon PMI non-prosedural serta 14 WNA Bangladesh. Di lokasi yang sama, tim juga mengamankan satu orang pelaku berinisial BH, yang berperan sebagai pemandu dalam penyelundupan ini.
Kedua terduga pelaku TPPM, yaitu YN dan BH, diserahkan kepada Polres Dumai untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, 17 orang calon PMI dan 24 WNA Bangladesh yang terlibat dalam penyelundupan ini diserahkan ke P4MI Dumai dan Imigrasi Kelas I TPI Dumai untuk pendataan dan proses hukum lebih lanjut.
Palaksa Lanal Dumai, Letkol Priatno, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL untuk menjaga keamanan dan menanggulangi penyelundupan serta tindak pidana perdagangan orang yang dapat merugikan negara dan masyarakat.
“Kami akan terus berupaya untuk menggagalkan penyelundupan ilegal, baik yang melibatkan PMI non-prosedural maupun WNA yang masuk secara tidak sah. Kami juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menjaga integritas dan keamanan negara,” pungkasnya.(atoe/ip)
Editor Restu






