Sementara itu Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyebutkan bahwa secara teknis kesiapan penyelenggaraan Pilkada 2024, mulai dari mitigasi bencana hingga distribusi logistik telah mencapai 90 persen menjelang hari pemungutan suara pada 27 November.
Ia mengatakan Pemerintah Indonesia juga berusaha untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pilkada tahun ini, sehingga lebih baik dari pelaksanaan momentum pilkada sebelumnya.
“Sudah disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus tadi, Pemerintah ingin tingkatkan kualitas penyelenggaraan tahun ini,” kata Bima usai mendampingi Lodewijk untuk memimpin Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada Serentak 2024 menjelang hari pemungutan suara di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut dia mengatakan Pemerintah berharap partisipasi politik dari masyarakat bisa meningkat, karena adanya sejumlah perubahan dalam pelaksanaan dibandingkan sebelumnya.
Baca juga:MenPAN RB Ingatkan Laporkan ASN Tak Netral di Pilkada
“Partisipasi politik kami harapkan naik karena ada penyederhanaan jumlah tempat pemungutan suara (TPS), tentu ada konsekuensi bagi jarak tempuh pemilih, ini harus dilakukan usaha bersama untuk mengajak para pemilih guna mencoblos,” ujar Wali Kota Bogor periode 2019-2024 tersebut.
Bima menambahkan Kemendagri juga fokus untuk membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait daerah-daerah pinggiran, serta rawan bencana, sehingga masyarakat di wilayah itu tetap bisa menggunakan hak pilih pada saat hari pencoblosan nanti.







