Waspada Gondongan, Dinkes Banjarbaru Keluarkan Edaran
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru mengeluarkan edaran kewaspadaan pada penyakit mumps atau gondongan.
Surat edaran ditujukan kepada Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, pada Rabu 20 November 2024 No 400.7.7.1/73/SE/XI/Dinkes 2024.
Satuan Pendidikan diharapkan memberikan pengetahuan mengenai penyakit gondongan dan menerapkan lima langkah pencegahan.
Penyakit mumps atau gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus gondongan (paramyxoviruses).
Baca Juga
Polda Kalsel Musnahkan 79 Kg Sabu, Jaringan Fredy Pratama
Infeksi virus ini biasanya menyerang kelenjar air liur. Kelenjar air liur terdiri dari parotis (kelenjar terbesar yang terletak di dekat telinga), submandibula (terletak di bawah rahang), sublingual (terletak di bawah lidah), dan kelenjar kecil lainnya.
Mumps dapat menyebabkan parotitis atau pembengkakan kelenjar parotis pada area kelenjar air liur tersebut berada.
Pembengkakan ini bisa dialami oleh siapa saja., namun paling sering terjadi pada anak-anak.
Gejala umumnya meliputi pembengkakan rahang yang nyeri, demam, kelelahan,
kehilangan nafsu makan, dan sakit kepala. Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease).
Pencegahan mumps pada anak dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi MMR (Measles, Mumps dan Rubella) yang saat ini masih berbayar.
Vaksin MMR sendiri merupakan jenis vaksin yang dapat digunakan untuk meminimalkan risiko infeksi 3 jenis penyakit, yaitu measles (campak), mumps (gondongan), dan rubella.
Untuk mencegah dan antisipasi penyakit ini, kita dapat menyebarluaskan informasi/edukasi tentang penyakit mumps/gondongan kepada sekolah, guru, murid dan masyarakat umum, yaitu:
1. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,
2. Tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan pasien mumps,
3. Menerapkan etika batuk, seperti menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk dan bersin,
4. Jika anak sekolah mengalami gejala mumps/gondongan maka segera
melakukan isolasi mandiri di rumah, serta dapat melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di rumah sampai anak tersebut
sembuh.
5. Tidak lupa menggunakan masker.
"Demikian disampaikan kiranya dapat ditindaklanjuti, atas perhatian dan perkenannya diucapkan terima kasih." (muhammad ahdianoor)
Editor Restu