Petani Desa Biih Diajari Cara Kendalikan Hama

“Oleh karena itu, pengetahuan tentang pengendalian OPT menjadi sangat penting agar petani dapat mengambil tindakan yang tepat dan meminimalkan kerugian,” ujar Imelda.

Dalam sosialisasi ini, para petani diajak menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu pendekatan yang menggabungkan berbagai metode pengendalian OPT secara berkelanjutan, dengan tujuan menjaga populasi OPT tetap di bawah ambang ekonomi.

Sementara Kasi Perlindungan Perkebunan, Abdur Rafik menambahkan bahwa sosialisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Penggunaan pestisida secara berlebihan dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan manusia. Oleh karena itu, kita perlu mencari alternatif pengendalian OPT yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Distan Banjar berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengendalikan OPT.

Dengan demikian, diharapkan produksi pertanian di Kabupaten Banjar dapat meningkat dan kualitas hasil panen menjadi lebih baik.

Ke depannya, Distan Banjar akan terus melakukan kegiatan serupa di berbagai desa untuk memastikan semua petani mendapatkan akses informasi yang sama tentang pengendalian OPT. (MC Banjar)

Editor: Yayu