Suporter Bola Maccabi Tel Aviv Merusuh di Amsterdam, Netanyahu Sampai Kirim Pesawat
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, AMSTERDAM - Kericuhan mengguncang Ibu Kota Belanda, Amsterdam, pada Kamis malam waktu setempat, ketika pendukung klub sepak bola Israel Maccabi Tel Aviv diduga berbuat rusuh sambil mencabuti bendera Palestina dan melontarkan sorakan provokatif di sekitar arena.
Saat itu Maccabi Tel Aviv bertandang ke Belanda menghadapi Tim Ajax Amsterdam di Liga Europa, yang berakhir dengan kemenangan Ajax 5-0.
Baca juga:Raja Spanyol Dilempari Lumpur Saat Tinjau Banjir, Pengamat Bilang Ini Momen Spesial
Namun di luar stadion, gelombang kekerasan terjadi. Bahkan para suporter mengamuk di kota Amsterdam.
Menurut laporan, fans Maccabi mengganggu warga setempat, merusak properti pribadi, dan membakar bendera Palestina dalam aksi yang mengundang kecaman luas itu.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan suporter klub Israel tersebut menyerang seorang supir taksi dan menantang petugas kepolisian.
Editor Max Blumenthal dari The Grayzone News pada Jumat (8/11) mengatakan, video-video tersebut memperlihatkan suporter sepak bola Israel "merusak properti di Amsterdam, menyerang polisi dan warga setempat, serta merobek bendera Palestina.
Senada, jurnalis sepak bola Lelya Hamed menyebut bahwa suporter Maccabi Tel Aviv "mencuri bendera Palestina dari rumah-rumah, bahkan membakar bendera Palestina" di jalanan Amsterdam.
Otoritas Israel justru menyebut insiden tersebut sebagai "kekerasan terhadap warga negara Israel".
Melalui media sosial X, PM Israel Benjamin Netanyahu mengutuk "insiden kekerasan yang dialami warga Israel di Amsterdam".
Netanyahu kemudian mengumumkan pengiriman pesawat bantuan untuk mengevakuasi warga Israel dari Amsterdam dan menegaskan bahwa "gambar-gambar ngeri yang memperlihatkan warga Israel diserang di Amsterdam tak akan diabaikan begitu saja".
Baca juga:Ajax Buka Musim dengan Pesta 5 Gol Tanpa Balas ke Gawang Tim Promosi
Ia juga mendesak Pemerintah Belanda bertindak cepat dan meminta otoritas setempat "bergerak cepat melawan para perusuh" dan melindungi warga Israel, demikian laporan Anadolu yang dilansir antara.
Sementara itu, ketua urusan luar negeri Israel Gideon Sa'ar dipastikan akan segera melakukan kunjungan ke Belanda pada Jumat.
Dalam kunjungan itu, Sa'ar akan bertemu Menlu Belanda Caspar Veldkamp dan pejabat setempat serta warga Israel di Amsterdam dan komunitas Yahudi Belanda.
Sembari memastikan 10 warganya terluka, otoritas hubungan luar negeri Israel juga meminta warga Israel yang masih ada di Amsterdam untuk tetap tinggal di hotel masing-masing.
Koran Amsterdam Het Parool melaporkan pada Kamis bahwa dua orang telah ditangkap menyusul kericuhan di Lapangan Dam, meski identitas kedua orang tersebut tak disebutkan.
Menyusul kerusuhan tersebut, sejumlah kawasan di Amsterdam ditetapkan sebagai "zona berisiko", sehingga memberi wewenang kepada polisi untuk melakukan razia, demikian laporan Dutch News.
Selain itu, dilaporkan bahwa Wali Kota Amsterdam Femke Halsema telah mengakui, meski tak ada dasar hukum untuk melarang suporter Maccabi hadir di Amsterdam, agresi Israel di Palestina memicu ketegangan.
Baca juga:Tak Sepaham Sikapi Gaza, Benjamin Netanyahu Pecat Menteri Pertahanan
Halsema juga telah melarang unjuk rasa pro-Palestina di dekat Johan Cruijff Arena untuk mencegah potensi kerusuhan lanjutan serta mendesak suporter klub Ajax untuk menghindari provokasi.
Kepolisian Amsterdam pada Rabu (6/11) menyatakan telah menerjunkan personel tambahan untuk mengurangi ketegangan di sejumlah kawasan dan telah bertindak atas sejumlah insiden, termasuk meredakan ketegangan antara supir taksi dengan pengunjung kota.(pwk)