Gallant memiliki sikap keras ketika berhadapan dengan milisi Hizbullah di Lebanon. Namun, ia sering berbeda pendapat dengan Netanyahu mengenai masa depan konflik di Jalur Gaza.
Netanyahu pada bulan Agustus mengkritik Gallant karena retorika antagonis, setelah dia dikatakan mendukung perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Baca juga:Netanyahu: Upaya Hizbullah Bunuh Saya dan Istri Saya Adalah Kesalahan Besar
Netanyahu menegaskan bahwa ia telah melakukan upaya untuk mempersempit perbedaan, tetapi situasinya malah bertambah buruk, menjadikannya tampak jelas bagi masyarakat Israel dan musuh.
“Musuh menganggapnya sebagai lelucon dan mendapatkan keuntungan yang signifikan,” kata Netanyahu sambil menekankan bahwa perselisihan yang semakin besar membuat mereka tidak mungkin menjalankan operasi di Gaza secara normal.(pwk)
Editor:purwoko







