WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Vonis bebas terhadap Ronald Tannur berbuntut diseretnya hakim yang mengadili perkara ini ke kasus suap.
Kejaksaan Agung melalui Tim Penyelidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) mengungkapkan, pengusutan kasus suap yang melibatkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya berawal dari kecurigaan terhadap vonis bebas Ronald Tannur.
Penyelidikan ini dimulai setelah putusan yang dinilai janggal tersebut menarik perhatian publik. Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar menjelaskan, timnya telah melakukan pengawasan intensif sejak putusan pengadilan terhadap Gregorius Ronald Tannur dikeluarkan. “Kami mulai melakukan verifikasi di lapangan secara tertutup setelah putusan bebas Ronald Tannur menjadi perhatian publik,” kata Abdul Qohar di Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Dari hasil penyelidikan, Abdul Qohar menambahkan, pihaknya menemukan bukti-bukti awal yang kuat untuk meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan.







