“Anak-anak sering cerita, bahwa di medsos ada omongan ‘Rambo, bukan Sambo’. Saya bilang, biarin aja, jangan terpancing. Kita harus pikir jangka panjang, karena hidup kita bukan cuma soal pilkada. Jangan sampai setelah pilkada ada perpecahan, karena rakyat yang rugi, Jateng yang sedih,” ungkapnya.
Dia pun mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pelantikannya tiga hari lalu. “Kita bertarung harus tanpa membenci, bersahabat tanpa tunduk. Kita saling mengingatkan bahwa kekeluargaan adalah fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2024,” katanya.
Baca juga: Dorong Keterlibatan Kaum Muda di Kabinet, Komandan TKN Fanta Sebut Prabowo Negarawan Sejati
Dalam kesempatan tersebut, Bibit Waluyo menyampaikan dukungan terhadap Ahmad Luthfi.
“Pasangan Luthfi – Taj Yasin merupakan pasangan perintah dari Pak Prabowo. TNI/Polri tegak lurus atas perintahnya. Mari kawal sampai di TPS,” imbuhnya.
Dia juga menekankan perlunya persatuan antar-institusi. “Tak ada perang bintang, atau perang institusi. Benar, Pak Andika purnawirawan TNI dan Pak Luthfi purnawirawan Polri. Namun, bagi kami, yang terbaik dari yang baik adalah Pak Luthfi,” kata Bibit lagi. (Sidik Purwoko)
Baca juga: Kepada Menko AHY, Menteri PU Pastikan Keberlanjutan Pembangunan Infrastruktur
Editor: Sidik Purwoko






