Insiden terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB yang terkena serangan di Lebanon selatan, menyebabkan Israel mendapat tekanan besar dari komunitas internasional. Beberapa negara yang mengirimkan tentaranya untuk bergabung dengan UNIFIL, seperti Prancis, Spanyol, Italia, Irlandia, dan Indonesia mengecam keras Israel.

AS, sekutu terdekat Israel, juga meminta negara zionis itu berhenti menyerang pasukan penjaga perdamaian PBB.

UNIFIL didirikan pada 1978 untuk mengawasi penarikan tentara Israel setelah menginvasi Lebanon sebagai pembalasan atas serangan kelompok bersenjata Palestina.

Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 yang disahkan pada Agustus 2006, menugaskan UNIFIL dan tentara Lebanon untuk memantau gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel setelah perang selama hampir sebulan.

UNIFIL memiliki sekitar 10.000 tentara yang ditempatkan di Lebanon selatan.(pwk)