Ia menuturkan, pada dasarnya semua pihak tidak bisa mencegah terjadinya bencana alam, terutama bencana gempa bumi dan tsunami atau gunung meletus.
Baca juga: RSDKH Balangan Luncurkan Inovasi SICOMEL dan SIBER untuk Tingkatkan Pelayanan
Apalagi, sampai hari ini belum ditemukan teknologi yang dapat memperkirakan dengan pasti kapan bencana gempa bumi dan tsunami terjadi.
Maka dari itu, upaya yang harus dilakukan bersama adalah bagaimana berusaha untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan dari sebuah peristiwa bencana alam tersebut.
Kata dia, upaya menekan dampak bencana terbilang berhasil, terlihat dari jumlah korban, baik yang meninggal, luka-luka, rumah masyarakat yang rusak, infrastruktur rusak, sudah mulai menunjukkan penurunan.
“Untuk 2024, alhamdulillah meskipun masih ada beberapa bulan lagi ke depan, memang ada kebakaran hutan dan lahan yang belum kita hitung. Tapi kita pastikan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, ini berkat kerja keras kita semua,” ujar Suharyanto. (Sidik Purwoko)
Baca juga: HUT ke-19 HIMPAUDI Balangan Dimeriahkan Jambore dan Musda V
Editor: Sidik Purwoko







