“Namun kita tidak punya kewenangan untuk memberikan sanksi, sebab pertandingan tersebut milik AFC,” terang Ferry.
Terkait pelaksanaan pertandingan Persib vs Persija, sejatinya berjalan normal. Tidak ada gangguan sampai dengan berakhirnya pertandingan.
Akan tetapi, terjadi insiden kericuhan usai pertandingan. Oknum suporter ada yang turun ke lapangan.
“Panpel pun memanggil pihak keamanan. Semuanya sudah sesuai dengan SOP,” ujarnya.
Dari rangkaian detail informasi yang didapatkan, Ferry Paulus menegaskan bahwa seharusnya pihak klub bisa menyelesaikan persoalan dari insiden yang terjadi pada tanggal 19 September tersebut. Sehingga masalah tidak berlarut-larut.
“Terkait kejadian itu, kami meminta dan memberikan masukan agar pihak klub untuk menjatuhkan sanksi di internal dan dipublikasikan ke masyarakat. Perlu diketahui, kami tidak bisa masuk areanya Persib, karena mereka punya aturan dan SOP sendiri. Persib sebuah korporasi dan kami pun juga korporasi,” urai Ferry.
Sementara itu, dari hasil klarifikasi dengan kedua belah pihak, Ferry Paulus menjelaskan, langkah berikutnya akan menyerahkannya kepada Komisi Disiplin PSSI.
“Kami sudah menutup dari hasil komunikasi kami dengan Persib dan suporter. Selanjutnya, kami memberikan tambahan inputan klarifikasi kepada Komdis. Sekali lagi, pada kasus ini, hukuman bukan pada ranah kami.” (atoe)
Editor Restu







