Israel Klaim Telah Tewaskan Pemimpin Hizbullah Ibrahim Aqil dan 8 Orang Lainnya Dalam Serangan Udara
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BEIRUT- Situasi kian memanas antara Israel dan Lebanon (Hizbullah) setelah peristiwa peledakan ribuan gawai dan alat komunikasi awal pekan ini di Beirut, Lebanon oleh Israel.
Kini, Israel mengklaim telah berhasil menewaskan komandan senior Hizbullah, Ibrahim Aqil, dan sedikitnya delapan orang lainnya dalam sebuah serangan udara di sebuah kawasan pemukiman padat penduduk di Beirut pada hari Jumat (20/9/2024).
Sebuah sumber keamanan Lebanon mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Aqil telah terbunuh dalam serangan tersebut.
Aqil adalah orang kedua Hizbullah yang tewas sejak terbunuhnya pemimpin lainnya Hizbullah, Fuad Shukr dalam serangan Israel di Beirut Juli lalu.
Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan dua bangunan runtuh di lingkungan Jamous selama serangan tersebut.
Menurut kementerian kesehatan Lebanon, sedikitnya delapan orang tewas dan 59 lainnya luka-luka.
Sebagai tanggapan, Hizbullah mengatakan bahwa mereka menyerang markas besar intelijen utama di Israel utara dengan roket, mengatakan bahwa mereka “bertanggung jawab atas pembunuhan.”
BACA JUGA: Hizbullah Mulai Menyerang, Tembakkan Ratusan Roket ke Pangkalan Militer Israel
Amerika Serikat telah memberikan hadiah sebesar $7 juta kepada Aqil, menuduhnya terlibat dalam pengeboman kedutaan besar Amerika Serikat di Beirut pada tahun 1983, yang menewaskan 63 orang, dan serangan terhadap barak Marinir Amerika Serikat di Lebanon pada tahun yang sama, yang menewaskan 241 orang.
Konflik yang telah berlangsung selama setahun antara Israel dan Hizbullah mencapai puncaknya minggu ini ketika ribuan pager dan radio genggam diledakkan dalam dua serangan Israel yang mengejutkan pada Selasa (17/9/2024) dan Rabu (18/9/2024) waktu setempat.
Ledakan tersebut menewaskan 37 orang, termasuk dua anak, dan melukai ribuan orang lainnya, banyak yang mengalami luka parah.
Hizbullah, dilansir dari Middle East Eye, Sabtu (21/9/2024) mengatakan bahwa mereka tidak ingin berperang dalam skala besar dengan Israel dan akan menghentikan serangan roket dan artileri mereka, yang mereka katakan dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap orang-orang yang dibombardir di Gaza, Palestina, setelah gencatan senjata disepakati antara Hamas dan Israel.
Pertempuran tersebut telah mengakibatkan ratusan warga Lebanon tewas, termasuk warga sipil dan pejuang Hizbullah, serta puluhan warga Israel.
Rusia, Yordania dan Mesir mengatakan bahwa serangan Israel minggu ini merupakan upaya untuk menyeret Timur Tengah ke dalam perang regional yang lebih luas. (yayu)
Editor: Yayu