Belasan Atlet Gantole Gagal Terbang di Ajang PON XXI 2024
WARTABANJAR.COM, ACEH - Sempat digelar pertandingan awal, belasan atlet cabang olahraga gantole pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara gagal terbang pada hari ketiga pertandingan akibat angin kencang dan hujan badai di sekitar Bandar Udara Rembele, Takengon, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
"Tadi kami cuma nambah 'round' aja untuk nomor KTM (ketepatan mendarat) kelas B," kata Technical Delegate Cabang Olahraga Gantole PON XXI Arif Eko Wahyudi, di Aceh, Rabu (11/9).
Baca juga:PON XXI Aceh-Sumut Baru Saja Dibuka, Menpora Sudah Lapor ke Bareskrim Soal Penyelewengan
Untuk nomor pertandingan KTM B diikuti sebanyak 28 atlet dari berbagai provinsi, namun setelah itu angin bertiup kencang dengan kecepatan sekitar 29 kilometer per jam.
Padahal, ia mengatakan bahwa kecepatan angin yang ideal untuk bisa menerbangkan gantole dibatasi 15 km per jam.
Arif menjelaskan nomor pertandingan yang gagal dilaksanakan pada hari ini adalah lintas alam atau cross country (XC) perorangan kelas A maupun beregu kelas A.
Berdasarkan data, jumlah atlet gantole nomor XC kelas A maupun beregu A sama-sama berjumlah 14 orang.
"Apalagi, tadi pagi ada dua pesawat mendarat (di Bandara Rembele, red.). Sesuai protap (prosedur tetap) dan perjanjian dengan bandara, 20 menit sebelum pesawat mendarat semua aktivitas (gantole, red.) dihentikan," katanya.
Setelah pesawat kedua terbang, kata dia, panitia melanjutkan penerbangan gantole tetapi tak berapa lama angin malah bertiup kencang.
"Kemudian kami lihat ada awan hitam di sisi timur bandara, ada badai. Kemudian semua pesawat (gantole, red.) kami masukkan ke terminal kargo," katanya.
Ia menyebutkan nomor KTM kelas B sudah dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan pukul 10.00 WIB sudah mulai gerimis sehingga dihentikan.