WARTABANJAR.COM, PALEMBANG - Peristiwa tragis yang dialami siswi SMP di Kota Palembang, Sumatera Selatan, benar-benar pilu. Bagaimana tidak, siswi SMP berinisial AA (13), seorang gadis mandiri yang tidak ingin menyusahkan orangtuanya. Bahkan, di usianya itu AA rela berjualan balon sepulang sekolah. Tujuannya, untuk bisa membantu orangtua dan biaya sekolahnya. AA harus meregang nyawa dan bahkan tega-teganya meski sudah jadi mayat ia diperkosa oleh empat pelajar yang masih di bawah umur. AA dibunuh lalu diperkosa secara bergiliran oleh 4 pelajar yang diketahui kecanduan nonton video porno. Nasib tragis AA berawal dari perkenalannya dengan IS (16), yang menjadi pelaku utama dalam kasus ini. AA dan IS dikenalkan oleh seorang teman berinisial M. Keduanya lalu berkomunikasi melalui aplikasi perpesanan di Facebook. IS dan AA bertemu di pertunjukan kuda lumping di Jalan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (1/9/2024). Singkat cerita, IS mengajak jalan-jalan AA berkeliling kawasan tersebut. Ternyata bersama mereka ada tiga ABG pria mengikuti, MZ (13), NS (12), AS (12). AA menganggap wajar dan biasa saja berjalan-jalan, apalagi yang mengikuti ABG sebayanya. Namun ternyata para ABG yang kecanduan film porno itu diduga sudah memiliki maksud buruk terhadap AA untuk dijadikan pelampias nafsu. Terbukti, saat di tempat sepi di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Talang Kerikil. Di TPU itu, IS mengajak AA mau melakukan hubungan suami-istri. AA pun menolak ajakan itu dan berusaha ingin pulang. Namun rupanya para pelaku yang sudah dikuasai syahwat gelap mata langsung menyergap AA. Diserang oleh empat orang, jelas AA tidak berdaya. Apalagi para pelaku langsung membekap mulut hingga hidung AA yang meronta dan berusaha berteriak. Di antara pelaku juga mencekik leher AA agar menghentikan perlawannya. Kuatnya 4 ABG ditambah nafsu setan yang sudah menguasai mereka, membuat AA bisa mereka lumpuhkan hingga tidak berdaya. Kekejian dan kebejatan empat ABG ini tidak sampai di situ. Tubuh AA yang sudah tidak bernyawa, mereka gilir demi melampiaskan nafsu syahwat. Keempat pelaku kini sudah ditangkap, 1 orang dijebloskan ke penjara dan tiga lainnya di panti rehabilitasi. (ernawati) Editor: Erna Djedi