WR Supratman, Sang Maestro Komposer Indonesia Raya di Mata Sahabat
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Mengenang nama Wage Rudolf (WR) Supratman sang komposer Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sangat berarti bagi seorang Laksda TNI Purn Untung Suropati. Visi kebangsaan WR Supratman dalam lagu tersebut mengandung filosofi yang agung bagi bangsa ini.
Demikian disampaikan Untung dalam 'Sarasehan Mengenali Kembali Tujuan dan Filosofi Bernegara dalam Lagu-Lagu WR Supratman', Sabtu (17/8/2024). Menurutnya, spirit jiwa patriot WR Supratman kepada leluhurnya yaitu Bumi Nusantara begitu besar.
WR Supratman merupakan pencipta lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya", seorang pahlawan nasional yang lahir di Purwokerto pada 9 Maret 1903. Tanggal kelahirannya itu juga ditetapkan sebagai "Hari Musik Nasional".
"Ini buat saya ini sangat fenomenal, di usia kurang dari 30, menciptakan lagu itu pada saat 1926 atau 2 tahun sebelum Sumpah Pemuda," kata Untung seperti dikutip Wartabanjar.com.
Baca juga: PROJO Nilai Hasto Ngelindur, Serang Jokowi Dengan Data Lama
Untung mengatakan, dari usia yang masih terbilang muda itu sang maestro sudah memiliki visi jauh ke depan untuk bangsa ini.
"Artinya, ketika itu dia mungkin usianya baru kira-kira 23-an tahun, seorang pemuda dengan usia sangat muda tapi sudah ada bayangan yang sangat visioner," ujarnya.
WR Supratman, kata dia, mampu mengekspresikan kecintaannya kepada bangsa dalam bentuk lirik atau syair lagu yang luar biasa.
"Ini buat saya sangat luar biasa, yang mengandung filosofi yang agung untuk bangsa ini," ucapnya.
Baca juga: Cacar Monyet Paksa Pemerintah Cina Perketat Perbatasan
Sayangnya, usia WR Supratman tidak panjang hingga meninggal di usia 35 tahun. Ia dimakamkan di Kota Surabaya. Meski demikian, karyanya selalu dilantunkan anak bangsa ini, terlebih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.
"Memang usianya tidak panjang, beliau hanya hidup sekitar 35 tahun, karena lahir di tahun 1903. Kemudian meninggal 1938, tepat di tanggal 17 Agustus, tapi ini orang luar biasa hebat," kata Untung.
Menurutnya, yang menarik dari WR Supratman adalah ia lahir dan sempat dibesarkan dalam keluarga sipil murni.
"Ayah dan ibunya sipil ketika dia lahir dan kemudian dibesarkan atau sempai dididik di keluarga militer atau KNIL," ucapnya.
Baca juga: Cacar Monyet Paksa Pemerintah Cina Perketat Perbatasan
Namun, lanjutnya, ketika dia dibesarkan di keluarga militer tapi justru spirit atau jiwa, patriotisme itu malah tumbuh. Alih-alih dia membela korps atau satuan dari orang tuanya di Belanda, tetapi dia justru berpihak kepada leluhurnya yaitu Bumi Nusantara atau yang kita kenal sekarang sebagai NKRI.
"Jadi ini tantangan buat kita, para pendahulu kita di usia yang seperti itu sudah sangat patriotik ya, punya pikiran-pikiran visioner. Sangat tidak patut lah atau tidak layak kalau generasi muda sekarang ini terlalu jauh jaraknya," ujar Untung. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko