Borneo FC Tuntaskan Dendam ke Arema FC Dengan 2-0

WARTABANJAR.COM, BLITAR – Borneo FC puas bisa mengalahkan Arema FC dengan skor 2-0 di laga pekan kedua Liga 1 musim 2024/2025, Sabtu (17/08/2024). Pertandingan yang berlangsung di Stadion Soepriadi, Kota Blitar ini sekaligus untuk membalas dendamnya atas kekalahan dari Singo Edan itu di Piala Presiden 2024 lalu.

Seperti dipantau Wartabanjar.com, dua gol tim berjuluk Pesut Etam itu dicetak Christophe Nduwarugira di menit ke-53 dan Terens pada menit ke-70.

Pada babak pertama, Arema FC langsung mengendalikan permainan dengan melakukan sejumlah tekanan yang dikomandoi gelandang asal Brazil Wiliam Marcilio. Akibatnya, tekanan anak asuh Joel Cornelli itu membuat pemain Borneo FC kesulitan mengembangkan permainan.

Kondisi itu memaksa para pemain Borneo FC berusaha bertahan. Alhasil, gempuran Arema FC pun perlahan bisa diredam. Arema FC membuka peluang melalui Charles Lookolingoy di menit ke-17 melesatkan tendangan spekulasi. Sayangnya, bola masih mengarah ke gawang Borneo FC yang dijaga Nadeo Arga Winata.

Baca juga: Cacar Monyet Paksa Pemerintah Cina Perketat Perbatasan

Memasuki pertengahan babak pertama, Borneo FC mencoba keluar dari tekanan tim tuan rumah. Upaya itu dilakukan dengan mengandalkan serangan balik secara cepat.

Hingga anak asuh coach Pieter Huistra mencoba membuka peluang lewat tendangan bebas yang didapatkan di menit ke-22. Eksekutor bola mati Borneo FC Stefano Lilipaly melepaskan umpan terukur mengarah langsung ke kotak penalti Arema FC. Namun, bola masih ditepis penjaga gawang Lucas Frigeri.

Peluang Borneo FC kembali datang dari pemain sayap Terens Puhiri. Ia melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Sayangnya, bola nyaris membuat jala gawang Arema FC bergetar di menit ke-32.

Arema FC mendapatkan dua peluang beruntun di menit ke-37 dari tendangan sudut yang dilepaskan Wiliam Marcilio, Lokolingoy melepaskan sepakan keras ke mulut gawang Borneo FC dan masih dihadang Kei Hirose. Bola muntah disambar tandukan Thales Lira ke sudut kiri gawang Borneo tetapi masih ditangkap Nadeo.