WARTABANJAR.COM, NEW YORK - Kamala Harris calon presiden dari Partai Demokrat mengungguli Donald Trump dari Partai Republik dengan mencatat 42 persen berbanding 37 persen dalam persaingan pemilihan presiden AS pada 5 November 2024, menurut jajak pendapat Ipsos yang diterbitkan pada 8 Agustus ini. Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa Harris telah memperluas keunggulannya sejak survei Reuters/Ipsos pada 22-23 Juli, yang menunjukkan bahwa Harris unggul 37% hingga 34% atas Trump. Baca juga:Harris dan Walz Kampanye Perdana, Serang Trump dengan Kritik Pedas Jajak pendapat nasional terhadap 2.045 orang dewasa AS, yang dilakukan pada 2-7 Agustus, menemukan 4 persen dari mereka yang disurvei mendukung kandidat independen Robert Kennedy Jr, turun dari angka dukungan sebesar 10 persen pada bulan Juli. Ipsos melakukan jajak pendapat pada bulan Agustus secara independen bersama Reuters. Jajak pendapat yang dilakukan secara online ini memiliki margin kesalahan sekitar tiga persen. Dalam jajak pendapat terpisah, Ipsos menemukan Harris unggul 42 persen dibandingkan 40 persen dari Trump di tujuh negara bagian yang pada pemilu sebelumnya yakni tahun 2020 paling ketat: yakni Arizona, Georgia, Michigan, Nevada, North Carolina, Pennsylvania, dan Wisconsin. Hasil tersebut tidak mencerminkan hasil yang dicapai masing-masing negara bagian. Harris memasuki pencalonan pada 21 Juli ketika Presiden Joe Biden, 81, membatalkan pencalonannya dan mendukung Harris menyusul penampilan debat yang buruk melawan Trump pada 27 Juni. Baca juga:Kamala Harris Tolak Debat Pilpres yang Diusulkan Donald Trump, Ini Alasannya Jajak pendapat Reuters/Ipsos sebagian besar menunjukkan Biden dan Trump sama-sama bersaing saat keduanya masih bersaing, meskipun Biden berkinerja lebih buruk dibandingkan pada pemilu tahun 2020, ketika ia mengalahkan Trump. Kini setelah Biden mundur dan digantikan Harris, kibu Partai Demokrat yang direpresentasikan Harris semakin menguat.(pwk)