“Jumlah Badan Usaha bidang Konstruksi baik berdasarkan KBLI 2017 maupun 2020, jumlah secara nasional adalah 78.425 Badan Usaha dan sebanyak 1.675 Badan Usaha atau 2,13% nasional beroperasi di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, melalui pelatihan TOT ini penting untuk menciptakan instruktur yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni sehingga dapat membimbing calon tenaga ahli konstruksi.
“Kerja sama antara Dinas PUPR Kalsel dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dalam melaksanakan tugas pemberdayaan dan pembinaan konstruksi yang telah diamanatkan kepada kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan PUPR Kalsel, Ihsan Riskiyandi mengatakan peserta pelatihan TOT ini diikuti 23 orang terdiri dari ASN Dinas PUPR Kalsel, Kabupaten/Kota, Asosiasi dan Akademisi.
“Jadi para peserta ini dilatih untuk menjadi calon instruktur yang nantinya akan mengajar kepada tenaga terampil di level 4,” kata Ihsan.
Selain itu, setelah pelatih selesai para peserta akan mendapatkan sertifikat dan mendapatkan izin mengajar untuk tenaga terampil.
“Sertifikat ini nantinya masa berlakunya selama 3 tahun setelah itu harus dilakukan perpanjangan kembali,” pungkasnya. (mc kalsel)
Editor: Erna Djedi







