Sony mengungkapkan rumah sakit Ciputra Mitra Hospital mendukung program pencegahan dan penurunan stunting oleh Pemkab Banjar melalui Dinas Kesehatannya serta dari Puskesmas di Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyar.
“Kerjasama dari semua pihak untuk melakukan intervensi, pemberian makanan bergizi dan mengedukasi sehingga dapat mempengaruhi angka stunting seminimal mungkin di Kabupaten Banjar,” harap Sony.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Yasna Khairna mengungkapkan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan angka stunting di Kabupaten Banjar pada tahun 2023 sebesar 30,1 sedangkan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 angka stunting sebesar 26,4 sehingga mengalami kenaikan sebesar 3,7 poin.
Baca juga: Kirim Bawang Bombay Ilegal, Seorang Tersangka Diamankan Polisi
“Pada bulan Juni ada gerakan serentak pengukuran dan intervensi pencegahan stunting dengan jumlah sasaran 37 ribu anak yang datang di Posyandu, diukur dan ditimbang sebanyak 95,58 persen sehingga berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) pada bulan Juni angka stunting di Kabupaten Banjar sebesar 24,44,” rinci Yasna.
Yasna berharap gerakan serentak yang telah dilaksanakan berlanjut setiap bulannya sehingga dari 95 persen tersebut dapat meningkat lagi bulan depan agar seluruh sasaran yang ada di Kabupaten Banjar semuanya telah diukur dan ditimbang.
Turut hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura Arief Rachman, Camat Kertak Hanyar Gusti M Noviar Hidayat dan Camat Gambut Ahmad Fauzan. (Sidik Purwoko)
Baca juga: KPK Umumkan Empat Tersangka Kasus Pemkot Semarang, Termasuk Hevearita Gunaryanti?
Editor: Sidik Purwoko







