“Kita tunggu saja dan apabila yang bersangkutan akan melapor,” ujarnya.
Dalam kasus korupsi ini, SYL memang berulang kali ingin menyebut sejumlah nama untuk memberikan bantuan kepadanya agar terhindar dari jerat hukum.
Selain Surya Paloh, dia kerap mengaku pengumpulan uang dari pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) adalah instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kabinet Indonesia Maju. Dia juga sempat minta bantuan kesaksian meringankan kepada Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla.
Baca juga: Real Madrid Lirik Bek Kanan Liverpool, Dua Andalan Los Blancos Bakal Habis Kontrak
Sebelumnya, kuasa hukum SYL, Djamaluddin Koedoeboen juga sempat menyinggung sejumlah kegiatan non pemerintahan yang menggunakan uang atau anggaran Kementan. Hal ini disampaikan sebagai cara untuk meringankan kliennya yang dituduh menikmati uang korupsi senilai Rp44,5 miliar.
Salah satu kegiatan yang disebut bersumber dari uang negara adalah proyek green house milik Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Selain itu, Surya juga disebut berkaitan dengan sejumlah proyek izin impor yang berada di Kementan. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







