WARTABANJAR.COM, DEPOK - Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) mendapat kunjungan kehormatan dari Profesor Dr. Muhammad adh-Dhuwaini, Wakil Syekh Besar Univesitas Al-Azhar Mesir, dalam perjalanan dinasnya ke Indonesia. Kunjungan kehormatan ini merupakan satu penghargaan dan pengukuhan bagi UIII untuk terus bermitra dengan lembaga pendidikan internasional, dalam rangka meningkatkan kualitasnya sebagai lembaga pendidikan Tinggi internasional terutama dalam bidang studi Islam. Rektor UIII, Prof. Dr. Jamhari mengatakan, UIII sangat berterima kasih atas kunjungan Wakil Syekh Besar Univesitas Al-Azhar. Kontribusi Universitas Al-Azhar sebagai salah satu perguruan tinggi tertua dan terbesar di dunia. AL-Azhar telah mencetak ulama, ilmuwan, dan tokoh masyarakat yang tercerahkan dengan ilmu pengetahuan. Inilah yang membentuk peradaban muslim menjadi maju melalui pendidikan. Baca juga: Kapolri Buka Bhayangkara Fun Walk 2024, Bersama Bergerak untuk Persatuan “Izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kami kepada pemerintah dan masyarakat Republik Arab Mesir, dan terutama kepada universitas Al-Azhar Al-Sharif secara keseluruhan atas segala hal yang telah mereka berikan untuk kemaslahatan bangsa Islam dan seluruh dunia,” tegas Professor Jamhari seperti dikutip Wartabanjar.com. Dalam sambutannya, Prof. Jamhari juga menjelaskan bahwa kerjasama antara UIII dan Al-Azhar sudah terjalin dengan baik, terutama dengan adanya nota kesepaham dalam bidang akademik, yang saat ini sudah berjalan. Menurut Sekretaris UIII, Dr. Chaider S. Bamualim, sejak 2023 UIII telah menerima dua profesor dari Universitas Al-Azhar, yaitu Dr. Abdul Rahman Muhammad Ahmed Hamed, Guru Besar Ilmu Tafsir dan Ilmu Al-Qur'an, dan Dr. Ahmed Hassan Waked, Guru Besar Hadits dan Ilmu Hadits. Baca juga: Haji Isam Dukung Erna Lisa Halaby Jabat Wali Kota Banjarbaru “Terima kasih terutama atas persetujuan Al-Azhar terkait pemberangkatan dua Guru Besar dari Universitas Al Azhar ke Universitas Islam Internasional Indonesia. Kedua guru besar tersebut saat ini telah melaksanakan pengajaran pada jenjang Magister khusus dalam Kajian Islam Klasik,” ujar Profesor Jamhari. Prof. Jamhari juga berharap hubungan UIII dan Al-Azhar semakin berkembang, terutama dalam bidang kerjasama akademik dan penelitian, demi meningkatkan kualitas Lembaga Pendidikan Tinggi Islam. “Sayangnya, belum ada universitas Islam dari negara mana pun di dunia Islam yang masuk dalam daftar 500 universitas terbaik dunia. Oleh karena itu, Universitas Islam Internasional Indonesia bertujuan untuk mengubah situasi ini dengan mendirikan universitas maju di tingkat pascasarjana yang berfokus pada penelitian ilmiah and pengajaran,” tegas Prof. Jamhari. (Sidik Purwoko) Baca juga: Meski Rating Rendah, Pemirsa Puji Pesan Cerita My Sweet Mobster Editor: Sidik Purwoko