Dua Pekerja Tewas Tersengat Listrik di Jalan Trikora Banjarbaru

    WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Tiga orang karyawan dari PT Bukit Bima Batara tersengat aliran listrik di Jalan Trikora, Komplek Galuh Marindu, Banjarbaru pada Rabu (19/6/2024) pagi.

    Dua pekerja dinyatakan meninggal dunia dan satu pekerja lainnya lumpuh.

    Dari informasi yang dihimpun wartabanjar.com di lapangan, para karyawan tersebut tersengat aliran listrik saat ingin memasang tiang fiber untuk jaringan wifi.

    Baca Juga

    Dapat Ancaman, Korban Pencabulan Minta Perlindungan Polisi 

    Berdasarkan video yang beredar, dua orang nampak tidak sadarkan diri menggunakan baju kaos dan celana.

    Baur Inafis Polres Banjarbaru, Bripka Aulia Rahman menjelaskan, ketiganya sempat dilarikan ke IGD RS Idaman Banjarbaru untuk mendapatkan pertolongan. Namun naas, dua di antaranya karyawan tersebut meninggal dunia.

    “Yang meninggal dunia namanya Saifullah dan Ohan, sedangkan yang mengalami kelumpuhan namanya Rahmat Hidayat,” ujar Bripka Aulia saat dihubungi wartabanjar.com, Kamis (20/6/2024).

    Dari hasil visum luar, jenazah Saifullah dan Ohan mendapatkan luka bakar di bagian tangan dan seluruh tubuhnya menghitam akibat sengatan listrik tersebut.

    Usai melakukan visum, Inafis Polres Banjarbaru langsung menuju lokasi kejadian yang berada tepat di samping Gapura Komplek Galuh Marindu, Trikora Banjarbaru untuk melakukan olah TKP.

    Dari hasil olah TKP, ternyata tiang fiber yang akan dipasang bersandar pada seng yang ada di lokasi kejadian. Namun, ujung tiang fiber tersebut mengenai kabel yang memuat aliran listrik.

    “Jadi, mereka bertiga ini mau memasang tiang fiber itu setelah menggali lubang sedalam 7 meter. Pas memegang tiang, mereka langsung terpental karena kesetrum sampai dua orang tidak sadarkan diri,” jelas Bripka Aulia.

    Baca Juga :   Polda Kalsel Lakukan Sejumlah Langkah Cegah Fenomena Mabuk Kecubung Makin Meluas

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI