Rupiah Makin Keok Terhadap Dolar: Jokowi Ketar-ketir, Apindo Resah Biaya Makin Berat

“Tidak affordable dan tidak kompetitif untuk pertumbuhan industri dalam negeri maupun untuk ekspor,” katanya, Senin (17/6).

Kenaikan cost of doing business, jelas dia, tidak terbatas pada kenaikan beban impor bahan baku atau bahan penolong saja.

“Komponen beban-beban usaha lain. Misalnya seperti beban logistik atau transportasi, beban keuangan, dan lainnya juga terdongkrak,” ujarya.

Hal itu, lanjut dia, pastinya akan berimbas pula pada banyak hal yang mengganggu perputaran roda usaha.

Berdampak pada risiko penurunan kinerja usaha, penurunan potensi penciptaan lapangan kerja, kenaikan risiko non-performing loan (NPL), penurunan kapasitas produksi dan lain-lain. Ini baru dampak terhadap industri existing.

“Padahal, pelemahan nilai tukar juga akan berimbas negatif pada realisasi investasi dan penerimaan investasi asing.”

Risiko peningkatan volatilitas atau spekulasi pasar keuangan yang cenderung akan semakin memberikan tekanan terhadap stabilitas makro ekonomi nasional.

Pengusaha, tekan dia, khawatir pasar domestik akan semakin lesu dan semakin menahan diri untuk melakukan ekspansi konsumsi bila pelemahan nilai tukar terus dibiarkan. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi