Kerap Diguyur Hujan, 1.888 Hektare Sawah di Kabupaten Banjar Terendam
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Akibat hujan mengguyur selama kurang lebih dua pekan, sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Banjar, Kalsel, terendam, salah satunya di Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Pematang Baru, Efi mengatakan, lahan pertanian milik 5 kelompok tani, sudah terendam sejak satu minggu lalu.
"Lumayan banyak yang terendam, baik yang sudah tanam maupun yang masih benih," ungkap Efi, Kamis (13/6/2024).
Lebih lanjut, tanaman padi masih bisa diselamatkan jika tidak terendam lebih dari seminggu karena jika terendam lebih dari sepekan ada kemungkinan benihnya mati.
Saat ini, padi-padi yang ditanam belum bisa dikatakan fuso atau gagal panen karena masih pada fase terendam.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita menyebutkan, ada 1.888,5 hektare lahan pertanian yang terendam di Kabupaten Banjar akibat hujan yang mengguyur belakangan ini.
"Dari 49 ribu hektare, ada 1.888,5 hektare yang terendam di beberapa kecamatan," ujarnya.
[caption id="attachment_235266" align="alignleft" width="300"]
Lahan pertanian yang terendam di Desa Tambak Baru, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (13/6/2024), akibat sering diguyur hujan. Foto: Wartabanjar.com/Nurul Octaviani[/caption]
Di Kecamatan Martapura Barat, ada 778 hektare lahan pertanian yang terendam, di Kecamatan Martapura Timur ada 201,5 hektare, di Kecamatan Astambul 18,3 hektare dan di Kecamatan Martapura Kota 91 hektare.
"Yang terendam itu rata-rata sawah rawa lebak, tetapi ada juga lahan pertanian yang tidak terendam seperti di Kertak Hanyar, Gambut, Beruntung Baru dan Tatah Makmur," tambahnya.
Warsita juga menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah padi-padi yang terendam dinyatakan fuso atau gagal panen karena untuk menentukan ini pihaknya harus menunggu surut.
BACA JUGA: PBB Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang karena Bunuh Warga Sipil Saat Bebaskan Sandera
"Kalau misalkan nanti ada yang gagal panen akan kita beri bantuan benih," tandasnya.
Sekedar informasi, masa tanam di Kabupaten Banjar biasanya sekitar April hingga September dan Oktober sampai Maret.
"Karena saat ini ada perubahan iklim, kita tidak bisa memprediksi curah hujan maupun kemarau. Kali ini saja kita tidak menyangka akan terendam," tutup Warsita. (nurul octaviani)
Editor: Yayu
Lahan pertanian yang terendam di Desa Tambak Baru, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (13/6/2024), akibat sering diguyur hujan. Foto: Wartabanjar.com/Nurul Octaviani[/caption]
Di Kecamatan Martapura Barat, ada 778 hektare lahan pertanian yang terendam, di Kecamatan Martapura Timur ada 201,5 hektare, di Kecamatan Astambul 18,3 hektare dan di Kecamatan Martapura Kota 91 hektare.
"Yang terendam itu rata-rata sawah rawa lebak, tetapi ada juga lahan pertanian yang tidak terendam seperti di Kertak Hanyar, Gambut, Beruntung Baru dan Tatah Makmur," tambahnya.
Warsita juga menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah padi-padi yang terendam dinyatakan fuso atau gagal panen karena untuk menentukan ini pihaknya harus menunggu surut.
BACA JUGA: PBB Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang karena Bunuh Warga Sipil Saat Bebaskan Sandera
"Kalau misalkan nanti ada yang gagal panen akan kita beri bantuan benih," tandasnya.
Sekedar informasi, masa tanam di Kabupaten Banjar biasanya sekitar April hingga September dan Oktober sampai Maret.
"Karena saat ini ada perubahan iklim, kita tidak bisa memprediksi curah hujan maupun kemarau. Kali ini saja kita tidak menyangka akan terendam," tutup Warsita. (nurul octaviani)
Editor: Yayu