WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (TPID Kalsel) mengapresiasi kondisi inflasi Kalsel yang berada di posisi aman untuk pekan ketiga Mei 2024 lalu. Data ini terungkap saat Rapat Koordinasi Inflasi Daerah mingguan secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, Senin (20/5/2024) lalu. “Jadi hasil rapat hari ini, pihak Kemendagri mengatakan dan ini berulang, kita maunya jangan jadi pemadam kebakaran namun bagaimana merencanakan sesuatu itu memang terencana, terprogram, sehingga inflasi yang terjadi itu bisa teratasi dengan baik,” ujar Komite Tetap Standarisasi Industri Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalsel, Abdul Hamid, dikutip Senin (10/6/2024) dari laman Diskominfo Kalsel. Posisi inflasi Kalsel katanya tergolong aman berdasarkan hasil rapat itu. Kalau pun ada kenaikan harga, itu terjadi merata se-Indonesia sebab ada beberapa kenaikan sejumlah komoditi seperti bawang merah, cabai merah, beras, minyak dan telur ayam ras. Ia menyebutkan, maksud dari melakukan perencanaan yakni sebagaimana yang telah diterapkan oleh TPID Kalsel dengan melakukan koordinasi kepada daerah penghasil yang tinggi, juga dengan daerah yang penghasil rendah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi kesenjangan harga di antara daerah itu sendiri termasuk di Kalsel, sebagaimana yang pernah dilakukan atau pernah diproduksi di Kalsel seperti produksi bawang merah di Tapin diharapkan dapat dikaji kembali. BACA JUGA: Menteri Israel Mundur dari Kabinet, Sebut Netanyahu Tak Jelas Soal Pascaperang Gaza “Mungkin ada beberapa hal yang perlu dikaji sampai itu terjadi, sehingga dari pihak yang berwenang dapat melakukan penelusuran pengkajian itu, dan kalau bisa di daerah Tapin nantinya kembali bisa memproduksi bawang merah sehingga di Kalsel itu tidak hanya membeli dari luar,” lanjutnya. Sementara untuk komoditas beras, ia menyebutkan di bulan-bulan ini produksi beras di Kalsel akan memasuki masa panen, sedangkan untuk beras tahunan kemungkinan di Agustus nanti baru panen. Dengan menjelang masa panen ini, harga beras di Kalsel tidak terlalu bermasalah. Disebutkan, harga beras lokal lebih tinggi karena menyangkut nasib petaninya, kalau harganya rendah maka akan kasihan pada petaninya sedangkan biaya produksi cukup mahal. (berbagai sumber) Editor: Yayu