Baca juga: Puji Kapolri, Kompolnas Harap Satrio Mukhti Jadi Polisi Humanis
Rupanya hingga akhir bulan yang bersangkutan belum juga tertangkap. Akibatnya, wartawan kembali mendesak Gus Dur untuk berkomentar. Ternyata jawaban mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu sangat enteng sekali.
“Mana saya tau. Jalan-jalan kali?” ujar Irsyad menirukan ucapan enteng Gus Dur kala itu.
Selain Irsyad, banyak mantan jurnalis Istana yang membagikan pengalamannya. Seperti yang disampaikan Arie Nitiasmoro dan Jannus TH Siahaan, yang meliput di Istana era kepemimpinan Presiden Soeharto. Menurut mereka, pada jaman Orde Baru istana begitu sakral hingga tak mudah jurnalis bisa meliput di sana. Mereka harus melalui screening test dan penelitian khusus dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI AD.
Baca juga: Lowongan Kerja BUMN di IKN Nusantara
Bukan hanya itu, Maria Karsia dan Nurakhi Aziz yang bekerja untuk media massa Jepang harus merasakan pengalaman tidak mengenakkan hanya karena salah kostum saat meliput. Akibatnya, keduanya harus disetrap di bawah salah satu pohon yang ada di pelataran Istana.
Selain pengalaman-pengalaman tersebut, masih banyak pengalaman menyenangkan para jurnalis saat meliput kegiatan Presiden, termasuk ketika menjalani lawatan ke luar negeri maupun ibadah haji. Tak sedikit yang bisa merasakan kemewahan bersama Presiden di pesawat kepresidenan atau menginap di hotel berbintang. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko






