Begini Suka Duka Mantan Wartawan Istana Meliput Kegiatan Presiden

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Puluhan wartawan Istana Kepresidenan menceritakan suka dukanya dalam sebuah buku bertajuk ’79 Wartawan Istana Menulis, Kisah di Balik Liputan Istana’. Buku tersebut disusun Tingka Adiati mantan wartawan Indosiar dan Elvy Yusanti mantan wartawan Smartfm yang juga pernah meliput kegiatan kepresidenan.

Dalam buku yang dirilis di Kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (18/05/2024) bertindak sebagai narasumber adalah Irsyad Hadi selaku mantan jurnalis Radio Smartfm. Dirinya menyebut, banyak suka duka dan kebersamaan dengan wartawan istana. Seperti ketika meliput mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dirinya sempat merasakan cubitan keras Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) yang memang terkenal galak.

Sebagai jurnalis radio, dirinya berusaha sedekat mungkin dengan narasumber untuk mendapatkan kualitas rekaman suara yang bagus. Namun karena terlalu dekat menempatkan alat rekamnya dengan Gus Dur, Irsyad harus merasakan cubitan paspampres di bagian pinggangnya.

Baca juga: SDN Basirih 5 Banjarmasin Rugi Rp 150 Juta Akibat Pencurian 15 Laptop

“Rupanya sumber nyeri itu berasal dari cubitan salah satu paspampres yang sedang punya kontrak mati menjaga fisik Presiden. Sampai tiga hari setelah kejadian cubitan petugas itu masih membekas di pinggang kanan,” ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com.

Meski demikian dirinya lega bisa memberikan audio dengan kualitas terbaik untuk perusahaan penyiaran tempatnya bernaung.

Lelaki yang kini bekerja sebagai konsultan Imajin PR and Research itu juga gembira semasa meliput di Istana. Pasalnya kala itu Gus Dur kerap memberikan materi-materi pemberitaan yang menjadi headline di media massa.

Seperti yang terjadi ketika anak mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menjadi buronan Istana. Irsyad sempat mendapat informasi dari Gus Dur jika Tommy bakal tertangkap pada bulan April.