Adapun beberapa hal yang dipelajari yakni tentang drone dimana hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi aksi terorisme. Hal tersebut dilakukan karena saat ini drone digunakan sebagai salah satu sarana untuk melakukan aksi terorisme.
Baca juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan dan Penataan Kawasan Pariwisata Strategis di Wakatobi
Lalu belajar juga mengenai forensik untuk mencari barang bukti sehingga dapat diketahui penyebab terjadinya tindak pidana pembunuhan. Kemudian ada juga pembelajaran soal teknik pemeriksaan atau interview dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sehingga bisa langsung didapatkan kesimpulan tuntutan pasal dan bukti petunjuk terkait dengan suatu kasus.
“Kuliah internasional ini juga sebagai bagian dari proses belajar dari program Sarjana Ilmu Kepolisian untuk melengkapi pengetahuan dan informasi selama perkuliahan sebagai bekal implementasi keilmuan setelah lulus pendidikan,” ucapnya.
Purwadi menuturkan, program short course ke Korea Selatan untuk mahasiswa S1 merupakan yang pertama kali digelar. Sedangkan untuk mahasiswa S2 dan S3 sudah dilaksanakan dengan program ke New Zealand dan Inggris.
Baca juga: KPU Bantah Ada Pemindahan Suara PDI Perjuangan ke PAN di Kalsel
“Program ini nantinya juga akan berlanjut membahas masalah double degree dengan KNPU. Hasilnya nanti akan dimintakan membuat draf usulan kerja sama untuk double degree,” katanya.
Ketua STIK Irjen Pol Nico Afinta yang ikut bersama Kalemdiklat Polri berharap porgram short course di Korea Selatan dapat berjalan dan berlanjut guna mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri yang PRESISI. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







