BMKG : Cuaca Panas Beberapa Hari Bukan Gelombang Panas
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM - Viral di media sosial negara Asia saat ini dilanda heatwave atau gelombang panas, Kamis (2/5).
Disebutkan akun tiktok raruqkn, gelombang panas telah terjadi di India dan Thailand kemudian akan menyusul Indonesia.
Berdasarkan data BMKG peningkatan suhu terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Jayapura, Papua (35,6 derajat Celsius), Surabaya, Jawa Timur (35,4 derajat Celsius), Palangka Raya, Kalimantan Tengah (35,3 derajat Celsius), hingga Pekanbaru-Melawi, Kalimantan Barat-Sabang, Aceh, dan DKI Jakarta (34,4 derajat Celsius).
Menurut Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto cuaca panas yang terjadi beberapa hari tidak dapat disebut sebagai gelombang panas atau heatwave.
Baca Juga
Maling Sepeda Listrik di Jalan Dahlia Kebun Sayur Terekam Kamera CCTV
Fenomena ini, terangnya sebagai bagian dari siklus alam yang biasa terjadi setiap tahun. Kemungkinan suhu panas seperti ini dapat terulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Guswanto menjelaskan bahwa berdasarkan data rekam jejak meteorologi BMKG selama 24 jam terakhir, suhu di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Yakni sekitar lima derajat di atas suhu rata-rata maksimum harian, dan telah berlangsung selama lebih dari lima hari.
"Jika ditinjau secara karakteristik fenomena, maupun secara indikator statistik pengamatan suhu kita tidak termasuk ke dalam kategori heatwave, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai gelombang panas," kata Deputi Meteorologi BMKG Guswanto di Jakarta, Kamis (2/5/2024).
Meskipun demikian, Guswanto menyatakan bahwa peningkatan suhu ini tidak sebanding dengan apa yang dialami oleh beberapa negara Asia lainnya seperti Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Nepal, dan Cina.
Masyarakat diharapkan membatasi waktu di bawah sinar matahari antara pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Juga mengoleskan tabir surya dengan SPF 30+ setiap dua jam untuk melindungi kulit dari dampak sinar UV yang berlebihan.(berbagai sumber)
Editor Restu