Tinggal Sendirian, Nenek Fatimah Ditemukan Meninggal Membusuk di Rumahnya
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Seorang nenek bernama Hj Fatimah ditemukan meninggal dunia dengan kondisi membusuk di rumahnya di Desa Halong RT.01, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, pada Kamis (25/4/2024) siang.
Satuan Reserse Kriminal Polres Tabalong yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Iptu Galih Putra Wiratama STrK SIK bersama Kapolsek Haruai Ipda Muhammad Fajar SH MM langsung melakukan pengamanan dan Pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Tabalong AKBP Anib Bastian SIK MH melalui PS Kasi Humas Iptu Joko Sutrisno menjelaskan bahwa mayat yang ditemukan terbaring di dalam kamar rumah dengan kondisi badan sudah membengkak dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap.
Jenazah berjenis kelamin perempuan atas nama Hj Fatimah (75).
Saksi Pardiansyah yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 12.53 WITA mencium adanya bau kurang sedap yang berasal dari dalam rumah korban.
Pardiansyah kemudian melaporkan kejanggalan tersebut ke Polsek Haruai.
Personil polsek Haruai bersama saksi kemudian mengecek rumah tersebut dan ditemukan korban berada di atas ranjang dalam kondisi membengkak dan mulai mengeluarkan bau yang kurang sedap.
Menurut keterangan adik kandung korban bahwa korban tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Di sekitar korban juga ditemukan beberapa obat-obatan milik korban.
Dari hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan dan indikasi tindak pidana baik pada rumah maupun harta benda korban.
"Dari hasil pemeriksaan pihak medis RSU.H.Badaruddin Kasim Maburai, tidak ada ditemukan bekas kekerasan benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban," jelas Iptu Joko.
Dikatakannya, diduga Nenek Fatimah sudah meninggal lebih dari 36 jam lalu dan diduga korban meninggal dalam keadaan sakit yang dideritanya karena banyak ditemukan obat anti nyeri disekitar korban.
Pihak keluarga menyampaikan menolak untuk dilakukan otopsi dari pihak Kepolisian karena menilai bahwa kematian korban dalam keadaan wajar dan bersedia Membuat Pernyataan. (ernawati)
Editor: Erna Djedi