Puncak Arus Balik 15 April, Pelabuhan Akan Diberlakukan Sistem Delaying
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - PT Jasa Marga memperkirakan puncak arus balik lebaran 2024 terjadi 15 April.
Diprediksi para pemudik akan kembali bersamaan, sehingga volume kendaraan akan meningkat.
Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur mengatakan realisasi volume lalu lintas mudik/keluar Jakarta pada periode Lebaran H-7 hingga H1 (3 April sampai dengan 11 April 2024) mencapai 1,5 juta kendaraan
Menurut Subakti, angka tersebut tercatat dari empat Gerbang Tol (GT) Utama di antaranya GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Ciawi, dan GT Cikupa.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Kayu Tangi Depan ULM Banjarmasin
"Nantinya total lalu lintas yang mudik ini akan kembali bersama-sama menuju Jabotabek dalam waktu yang cukup singkat pada periode arus balik yang diprediksi akan terjadi puncaknya pada hari Senin, 15 April 2024," jelas ungkap Subakti dalam keterangannya, Jumat (12/4/2024).
Sebelumnya, PT Jasa Marga mengimbau masyarakat kembali ke Jabotabek sebelum puncak arus balik.
Hal ini untuk menghindari macet horor saat perjalanan pulang.
Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah antisipasi pelayanan arus balik berdasarkan hasil evaluasi.
Tidak hanya pelayanan lalu lintas, pelayanan transaksi, pelayanan preservasi, atau pelayanan rest area, namun juga meningkatkan pelayanan berbasis teknologi.
"Untuk memantau volume lalu lintas serta kapasitas maksimal yang dapat ditampung oleh jalan tol, Jasa Marga menggunakan teknologi Traffic Counting berbasis radar dan CCTV Analytic berbasis Artificial Intelligence (AI)," tukasnya.
Baca juga: 73 Persen Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi pada Sepeda Motor
Sementara itu, menghadapi puncak arus balik, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan rekayasa menuju pelabuhan dengan delaying sistem.
Penerapan ini untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan pada Rakor Pengamanan Arus Balik Idul Fitri 1445 H bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Menhub Budi Karya Sumadi dan Dirjen Hubdat Hendro Sugiatno.
"Beberapa opsi untuk mengatur atau mengurai arus yang masuk ke pelabuhan, akan memberlakukan delaying sistem," ujar Aan Suhanan di Gedung Serba Guna Polda Lampung, Jumat (12/4/2024).
"Delaying sistem ini memang harus kita lakukan karena kapasitas pelabuhan terbatas," sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, Kakorlantas juga mengingatkan pengemudi yang akan melakukan perjalanan kembali ke Jakarta maupun ke Sumatera harus memastikan stamina dalam kondisi fit.
"Pastikan maksimal empat jam itu harus istirahat, manfaatkan untuk istirahat kerana dari dua kasus kecelakaan penyebab utamanya adalah kelelahan," tuturnya.
Aan juga mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan umum atau sewa agar memastikan kelayakan kendaraan dan mengunjungi tempat resmi.
"Jangan menggunakan kendaraan sewa yang tidak resmi karena kita tidak bisa menjamin kendaraan itu layak atau tidak," tukasnya.
Turut hadir dalam rakor tersebut antara lain Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus, Gubernur Lampung Arinal Djunaedi, Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana. (ernawati/tri)
Editor: Erna Djedi